Ulang Tahun LSM FPSR ke – 6, Ketua Soroti Ketimpangan Sosial yang Terjadi di Pemerintah

GRESIK, KANALINDONESIA,COM : LSM Front Pembela Suara Rakyat ( FPSR) helat ulang tahun yang ke – 6 , di selenggarakan di basecampnya Dusun Tempel Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, dalam momen tersebut, lembaga kontrol sosial tersebut menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang tunai pada yatim dan dhuafa sebanyak 150 orang. Sabtu (28/11)

Penyaluran bantuan pada yatim dan dhuafa tersebut termotivasi dari dilema di tengah pandemi covid 19 yang melanda, khususnya warga Kedamean, umumnya masyarakat Gresik.

“Kita upayakan acara ini terealisasi, entah bagaimana caranya, orientasinya kita prihatin dengan kondisi warga di tengah korona ini, walaupun nilai bantuan tidak seberapa, minimal kita bisa mengurangi beban mereka dan membuatnya gembira,” ujar Aris ketua LSM FPSR.

Baca:  Polisi Sebut Ledakan di Gereja di Surabaya Bom Bunuh Diri

Di singgung soal dana, pihaknya menyampaikan kalau dana untuk event ini berasal dari kas Lembaga dan beberapa donatur yang peduli untuk yatim dan dhuafa. Momentum ini adalah agenda rutin LSM FPSR tiap tahun, kita punya data tetap Penyaluran bantuan untuk Yatim dan dhuafa.

Kalau bukan kita yang memikirkan lantas siapa lagi.? Di tengah gencarnya Pemerintah menyalurkan bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak Covid 19, masih banyak di jumpai warga miskin yang belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Untuk dana penyaluran bantuan ini murni dari kas lembaga dan donatur yang peduli pada yatim dan dhuafa, mereka (donatur)) titip kita untuk di salurkan ke anak yatim-piatu dan kaum dhuafa,”katanya.

Baca:  30 Orang Pelanggar PSBB Diamankan Tim Gabungan Satgas Covid 19 Gresik

“Kalau bukan kita yang memikirkan lantas siapa ? dari penyaluran bansos yang ada di permukaan pun masih banyak warga yang mengeluh, akibat tidak tepat sasaran,” sambungnya.

Sebagai lembaga kontrol sosial yang benderanya sudah berkibar di kota pudak selama enam tahun, tentunya FPSR faham dengan seluk beluk kinerja pemerintah yang selama ini menjadi pelayan publik.

Kepada wartawan, ketua LSM FPSR Aris Gunawan mengatakan kalau Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka meningkatkan pelayanan publik masih kurang maksimal.

Hal ini terbukti dengan adanya ketimpangan sosial yang masih mendera hingga kini, masih ada beberapa perbedaan yang terjadi antara Gresik kota dan Gresik selatan. Contohnya dari sisi ketimpangan sosial yang terjadi. Dan pembangunan infrastruktur yang kurang merata.

Baca:  Kapolsek Menganti dan Anggota Polsek Berprestasi, Terima Reward dari Kapolres Gresik

“Ketimpangan sosial ini adalah polemik yang berkepanjangan, seakan belum pernah mendapatkan jawaban yang riil, maka ini menjadi tanggungjawab kita berjuang bersama masyarakat, untuk menyelaraskan program pemerintah dan harapan masyarakat,” pungkasnya.