Jelang Pilkada Serentak, Kapolda Jatim: TPS di Surabaya dan Situbondo Rawan Penyebaran Covid-19

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Jelang Pilkada serentak di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur berlangsung, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Nico Afinta menyebutkan, bahwa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya menjadi lokasi paling rawan penyebaran Covid-19.

Menurut Kapolda Irjen Nico, berdasarkan data Bawaslu, total TPS di Surabaya sendiri berjumlah 5.184 TPS. Sedangkan total TPS di Jatim yang masuk kategori aman ada sekitar 46.797 TPS, rawan berjumlah 2.721 TPS, sangat rawan berjumlah 77 TPS dan khusus ada 20 TPS.

“Angka terbanyak dan terawan adalah Surabaya, setelah itu disusul Situbondo. Tapi ini dinamis,” kata Kapolda Irjen Nico dikutip Kanalindonesia.com saat pemaparan pemetaan mitigasi Covid-19 jelang Pilkada serentak 2020 di Grand City Surabaya, Senin (30/11/2020).

Baca:  Presiden Jokowi Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Internasional Jawa Barat

Sementara itu berdasarkan penilaian Bawaslu, Indeks Potensi Kerawanan (IPK) Jatim secara keseluruhan berada di angka 11,3 atau tergolong masih aman.

“Alhamdulillah berdasarkan penilaian Bawasku IPK Jatim 11,3 atau aman,” imbuhnya.

Indeks Potensi Kerawanan sendiri meliputi enam aspek di mana satu daerah dinyatakan rawan atau tidak. Antara lain terkait protokol kesehatan, partisipasi masyarakat, kesiapan penyelenggara terhadap pelaksanaan Pilkada, potensi gangguan antar paslon, dimensi peserta pendukung dan dimensi eskalasi gangguan seperti black campaign.

Jenderal polisi dua bintang menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan beberapa tindakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

“Semakin tinggi pelaksanaan kuantitas operasi disiplin maka partisipasi masyarakat makin meningkat. Maka, saya minta agar jajaran meningkatkan operasi disiplin jelang Pilkada,” tegasnya.

Baca:  Jalin Sinergitas dan Kemitraan, Kapolres AKBP Arief Fitrianto Silaturahmi pada MUI Kabupaten Gresik

Kendati masih kata Irjen Nico, sampai saat ini melakukan pengawasan ketat di titik tempat keramaian agar masyarakat tetap mematuhi serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 menuju hari terakhir jelang pelaksanaan Pilkada 2020.

Nah, ada beberapa indikator yang membuat pelaksanaan Pilkada berhasil. Diantaranya adalah partisipasi tinggi, tahapan Pilkada berjalan lancar, angka pelanggaran rendah, situasi pasca Pilkada aman dan sejuk dan tidak Ada lonjakan penyebaran Covid-19.

“Kapolri mengungkapkan ada azas terpenting salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Kapolda Jatim siap mensukseskan Pilkada,” katanya.

Jajaran Polda Jatim sendiri akan melakukan tiga hal penting yang sudah dilakukan dan akan terus ditingkatkan yaitu komunikasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, kolaborasi dan koordinasi dari penyelenggara Pilkada, Parpol dan lintas stake holder.

Baca:  Teroris Purwakarta, Diduga Pernah Datangi Lapas Madiun

Polda Jatim juga menyiapkan 15.640 personil untuk pengamanan Pilkada. Jumlah personil tersebut bervariasi antara daerah aman maupun rawan. Ady