Keluarga Harap Asa dari PT. Pertamina dan PT Jasa Raharja

Keluarga korban pria muda ditabrak tangki pengangkut BBM PT Pertamina di Jalan Raya Madiun-Surabaya, akhirnya mendatangi Sat Lantas Polres Madiun. Keluarga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Madiun dan merasa sedih sikap PT Pertamina dan PT Jasa Raharja. (Foto: Abas)

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Teka-teki pria muda ditabrak tangki pengangkut BBM PT. Pertamina, saat hujan lebat di Jalan Raya Madiun-Surabaya km 153-154 masuk Desa Sumber Bening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (21/11/2020) sekitar pukul 19.30 malam lalu, akhirnya terungkap.

Pihak keluarga mendatangi Sat Lantas Polres Madiun, Senin (30/11/2020) siang.

“Saya mengetahui dari ponakan, memberitahu Selasa (24/11/2020) malam. Ada foto dari Sat Lantas Polres Madiun menyampaikan foto korban Laka tanpa diketahui identitasnya. Saya amati ada ciri-ciri fisik dan bekas luka lama,” jelas ayah korban Mulyadi (44) Desa Cunggul, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jateng.

Menurutnya korban yaitu Rizal Nur Effendi (18) pelajar STM swasta kelas 11 di Kabupaten Sragen, sebelum pergi (Sabtu, 21/11/2020 pagi) hanya pamit kepada neneknya yang tinggal serumah. Korban pun berangkat dengan mengendarai motor Mio Nopol AD 2023 AE, warna merah maron dan membawa ponsel.

Baca:  Kunker ke Kabupaten Madiun, Gubernur Jatim Apresiasi Para Kades

“Korban hanya pamit akan bermain ke rumah teman, tapi hingga pukul 21.00 malam tidak kunjung pulang. Keluarga mencari ke rumah teman biasa bermain, semua mengatakan tidak tahu. Begitu saya amati mendalam, saya yakin itu anak saya. Lalu, saya diantar Ketua RT 20 (Suyadi) menuju Polsek setempat, agar dihubungkan dengan Sat Lantas Polres Madiun,” jelasnya lagi.

Setelah di Polsek Kedawung ada kontak dengan Sat Lantas Polres Madiun, pihak keluarga ditunggu kedatangannya. Bukti masih ada berupa baju, diyakini baju dipakai korban. Namun, motor dan ponsel korban anak tunggal itu tidak ada di Sat Lantas Polres Madiun.

Sedangkan, jasad korban dibawa ke RSUD Caruban, akhirnya dimakamkan di TPU orang tanpa identitas di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

“Pihak keluarga iklhas, korban sudah dimakamkan, mesti keluarga berharap bisa dipindahkan ke desa asal. Kami juga tidak menutup kemungkinan perdamaian dengan pihak sopir atau PT. Pertamina, tapi langkah itu tidak disambut baik. Kami tidak menginginkan suatu berlebihan,” ujar Mulyadi.

Baca:  Korban Banjir Bandang Magetan Ditemukan Tersangkut Batu

Ia juga merasa keberatan dengan dalih PT. Jasa Raharja tidak bisa memberikan santunan dengan dalih hanya berdasarkan video viral.

“Korban dianggap melakukan percobaan bunuh diri. Saya yakinkan, kondisi anak saya sehat atau tidak mengalami gangguan jiwa. Setega itu, PT. Jasa Raharja tidak mau mengeluarkan premi asuransi,” tandas Mulyadi.

Pihak keluarga, tambahnya, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Sat Lantas, Kapolres Madiun, para awak media dan netizen, melaporkan adanya korban laka lantas itu.

“Soal langkah selanjutnya, kami persilahkan pihak berwajib saja,” ujar Mulyadi datar.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar viral video seorang pria muda, duduk ditengah jalan raya dalam keadaan hujan lebat. Pria muda sempat menengadahkan tangan ke atas, beberapa detik berselang dihantam tangki pengangkut BBM PT. Pertamina.

Baca:  Gerindra Menilai Bupati Trenggalek Lupakan Partai Pengusung

Keterangan warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), pria muda sebelumnya dalam keadaan sama sempat diserempet mobil lain.

“Lalu, warga sekitar menolong dengan membawa ke toko. Tapi, tidak lama berselang pria muda itu kembali ke tengah jalan lagi,” ujar sejumlah warga.

Bukan hanya berdasarkan video viral itu, Unit Laka Sat Lantas Polres Madiun juga berbekal CCTV sekitar lokasi bisa mengindentifikasi tangki dan mengamankan sopir plus kernet, yang kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya dijerat Pasal 310 ayat (4) UURI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Baik, Bgs (sopir) dan Stp (kernet) tidak menyangka terjadinya Laka Lantas itu.

“Kondisi cuaca hujan lebat disertai angin kencang, sehingga tidak melihat ada orang duduk ditengah jalan raya. Saat itu, saya akan mengirim BBM ke Tulungagung,” ujar Bgs. (abas)