Hasil Survey SSC Sebut  ErJi  Lebih Berpeluang  Dalam Pilwali Surabaya

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Figur calon Walikota Surabaya, akan menjadi penentu pilihan masyarakat untuk memilih siapa yang akan mereka coblos pada Pilwali Surabaya 9 Desember 2020. Inilah hasil riset yang dilakukan oleh SSC Surabaya Survey Center yang disampaikan kepada awak Media, Rabu (2/12/2020).

Riset ini dilakukan SSC pada tanggal 19-24 November 2020 di 31 Kecamatan di Surabaya. Responden yang digunakan sebanyak 880 orang. Penelitian dilakukan dengan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3.3 persen dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Didik Sugeng Widiarto peneliti senior SSC mengatakan 78,2% respon menyebut figur cawali sebagai penentu pilihan mereka, sedang selebihnya menentukan dengan melihat cawawalinya.

“16.8 persen lainnya menganggap figur penentu pilihannya adalah calon wakil wali kota. 5 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab,” Ungkap pria yang juga akademisi Unitomo ini.

Sementara itu SSC juga memaparkan survey yang mereka lakukan menyebutkan pasangan Eri Armuji di mata masyarakat Surabaya unggul sebagai top of mind. Ini dikatakan oleh Ikhsan Rosidi peneliti senior SSC, dimana dari  peta politik Kota Pahlawan di detik-detik Pilwali Surabaya pasangan ini masih unggul dibanding pasangan Mahfud Mujiaman. “Eri Cahyadi unggul 45.9 persen di survey top of mind calon wali kota. Machfud Arifin meraih suara dari 37.3 persen responden. Sementara 16.8 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab. Sementara kalau untuk calon wakil wali kota, Armuji unggul 37.4 persen. Mujiaman dipilih 18.2 persen responden. Sedangkan 44.4 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab,” lanjutnya.

Baca:  Polres Pacitan Musnahkan Ratusan Miras Dan Obat-Obatan Kadaluwarso

Begitu juga terkait survey top of mind pasangan calon, Ikhsan juga memaparkan jika pasangan Eri-Armuji masih tetap unggul. “Mendapatkan 46.1 persen pilihan responden. Sementara pasangan MA-Mujiaman meraih 35.9 persen. 18 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab,” paparnya.

Terkait survey popularitas, Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengungkapkan jika Calon Wali Kota dengan nomor urut 01 Eri Cahyadi menjadi sosok paling populer diantara kandidar lainnya. “Popularitas Eri 92 persen, sementara Machfud Arifin 86.9 persen. Sedangkan untuk calon wakil wali kota, popularitas Armuji 84.1 persen sedangkan Mujiaman 74.9 persen,” papar Edy.

Terkait akseptabilitas di mata responden, akademisi Universitas Yudharta Pasuruan ini juga menyebut jika Eri Cahyadi berada di puncak hasil survey. “Akseptabilitas Eri 60 persen sementara Machfud Arifin 53.8 persen. sedangkan untuk calon wakil wali kota, Armuji 47.5 persen sementara Mujiaman 42 persen,” lanjutnya.

Baca:  Satuan Sabhara Polres Mojokerto gelar Kegiatan, "Patroli Sabar Mas"

Dalam rilis ini, SSC juga menyampaikan hasil survey sebaran peta politik Kota Pahlawan di detik-detik Pilwali Surabaya.
Didik Sugeng selaku peneliti senior SSC memaparkan jika hasil survey elektabilitas yang mereka lakukan menghasilkan keunggulan bagi pasangan dengan nomor urut 01 Eri-Armuji.
“Elektabilitas Eri-Armuji unggul dengan capaian 49.9 persen. Sementara, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman meraih 38.1 persen,” papar Didik.

Dari hasil survey elektabilitas yang dilakukan, menurut akademisi Unitomo ini, ada 12 persen responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters.
“Ada jumlah selisih persentase sebesar 11.8 persen. Selisih ini tentunya sangat besar dan menjadi tantangan besar untuk kubu Machfud Arifin-Mujiaman agar bisa memenangkan Pilwali Surabaya,” pungkas Didik.

Meksi belum mengunci secara paten, namun jumlah suara yang masih mungkin berubah bis saja terjadi, dan kubu Mahfud Mujiaman dari hasil survey SSC harus bekerja meyakinkan pemilih. “Sebab prosentase masih cukup besar untuk mengubah pilihan nya,” lanjut Ikhsan.

Baca:  Bupati Lamongan Beri Pembekalan Kepada Perempuan Muda Duta Perdamaian

Lalu seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS ?
Berdasarkan hasil survey yang dirilis oleh Surabaya Survey Center (SSC), hampir sebagian besar lebih responden tahu jika akan ada penjadwalan dalam proses pencoblosan. 58.5 persen responden mengaku tahu. 41.5 persen sisanya mengaku tidak tahu.
Dari hasil penelitian yang dilakukan SSC, sebagian besar lebih responden memastikan tetap datang ke TPS meski ada penjadwalan. “54.2 persen itu yang memastikan menggunakan hak pilihnya. 45.8 persen mengatakan tidak,” urai Ikhsan.
Temuan dari riset yang ada, menurut Ikhsan merupakan sinyal positif. “Di satu sisi, penjadwalan yang dilakukan KPU dianggap masyarakat bukan hal yang merepotkan. Artinya masyarakat sudah sadar protokol kesehatan. Dengan mereka masih antusias hadir ke TPS meski dijadwalkan kan berarti mereka sadar betul pentingnya protokol kesehatan,” pungkas Ikhsan. nang