Temukan Kampanye Tanpa STTPK,Ratusan Masa Geruduk Bawaslu Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Ratusan massa geruduk Bawaslu Ponorogo lantaran mendapati tim 02 telah membagi-bagikan uang ke masyarakat Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Rabu(02/12/2020).

Selain itu, disampaikan kuasa hukum pelapor, Didik Haryanto, bahwa diduga tim Paslon 02 dengan sengaja telah melakukan kampanye tatap muka tanpa ada Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye(STTPK).

Informasi yang berhasil dihimpun, tim Paslon 02 menggelar pertemuan dengan masyarakat setempat sebelum dibubarkan oleh massa.

Sebelum mendatangi Bawaslu, ratusan massa juga menggeruduk Polsek Jambon.

Didik Haryanto mengatakan,” malam ini kami sangat menyayangkan kinerja Panwascam maupun Bawaslu Ponorogo, karena setelah adanya temuan tim paslon 02 yang kedapatan kampanye dan bagi-bagi uang malah tidak mengetahuinya. Padahal masa kampanye sudah berakhir pada hari Minggu (30/12/2020), kenapa Paslon 02 masih berkampanye, ini jelas pelanggaran pemilu. Tidak hanya Desa Blembem saja, sengaja Paslon 02 dengan terang-terangan melakukan kampanye yang sama di berbagai tempat seperti di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo dan desa yang lain,”ucapnya.

Baca:  Tertimbun Material Longsor, Jalur Pacitan-Ponorogo Tertutup Total

Ditambahkanya,” saat kami bersama massa telah berkumpul di Bawaslu, tak satupun komisioner Bawaslu berada di kantor, untuk itu kami semua bersikukuh menduduki kantor Bawaslu hingga salah satu pimpinan datang dan menerima laporan kami terkait pelanggaran Pemilu yang sengaja dilakukan tim paslon 02,” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Jambon Iptu Nanang menjelaskan,” ratusan massa yang mendatangi Mapolsek Jambon lantaran adanya dugaan tim Paslon 02 melakukan kampanye di Desa Blembem dan dibubarkan massa karena diduga tidak ada STTPK. Kami menyarankan agar temuan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh satu tim Paslon, supaya dilaporkan ke Bawaslu Ponorogo,” jelas Kapolsek.

Ditambahkanya,” terkait kampanye yang dilakukan salah satu Paslon 02 juga belum ada STTPK, Polsek dan Panwascam belum menerima STTPK tersebut. Maka dengan adanya temuan dugaan pelanggaran tersebut supaya Panwascam melaporkan kejadian ini ke Bawaslu,”tukasnya.

Baca:  Status KLB Demam Berdarah, Perindo Ponorogo Datangkan Lima Mesin Fogging

Panwascam Jambon, Poniran mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mengaku tidak tahu terkait kampanye salah satu Paslon di wilayahnya yang sempat dibubarkan massa tersebut.(Amar_kanalindonesia.com)