Ngaku Oknum TNI Angkatan Laut, Ngamuk Di PN Jombang

aset PN Jombang yang rusak akibat ulah oknum TNI AL saat dilihat dan diamankan Kapolres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Mendadak suasana di Pengadilan Negeri (PN) Jombang, menjadi ricuh dikarenakan adanya oknum yang mengaku anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) mengamuk di ruang panitera PN Jombang, Rabu(15/03/2017).

Mengamuknya oknum anggota TNI AL tersebut, diduga karena tidak terima dengan hasil putusan perkara perdata atas kasus sengketa sebidang tanah hak milik pethok D / C Desa nomor 30 ppersil 1/D kelas 24 seluas : 284 M2, yang terletak di Dusun Jagalan/ jalan sisingamaraja 1, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Sutadi salah satu pegawai kepaniteraan perdata PN Jombang, pada kanalindonesia.com mengatakan bahwa, ” kejadian ini berawal sejak tadi pagi, pihak tergugat beserta menantunya yang ngakunya anggota TNI AL, marah-marah karena tidak terima dengan hasil putusan perkara sengketa tanah milik mertuanya, dimana hasil putusan Mahkamah Agung (MA) atas perkaranya di tolak, “ujarnya, Rabu (15/03/2017).

Baca:  Manfaatkan Akhir Pekan, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab Bersama Baznas Kunjungi Warga Penderita Polio

Masih menurut Sutadi,” setelah diberikan penjelasan, mereka berdua tetap saja tidak terima, selanjutnya diberikan penjelasan oleh Pak Ketua, tapi tetap saja tidak mau terima penjelasannya, hingga orangnya marah dan mau memukul, tapi tidak jadi selanjutnya oknum anggota itu menendang dan terkena pigora peta, hingga pecah kacanya dan jatuh,” ujarnya.

Atas kejadian ini, para pelaku dilaporkan ke pihak yang berwajib, oleh pihak PN Jombang.

Dikonfirmasi secara terpisah Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, membenarkan adanya laporan dari Ketua PN Jombang, terkait peristiwa ketidakpuasan tersebut, dalam menerima hasil putusan proses peradilan, meskipun sifat putusan tersebut sudah inkrah.

“Kami sudah terima laporan dari Ketua PN Jombang, tentang adanya peristiwa ketidakpuasan yang dilampiaskan dengan kata-kata dan perbuatan, setelah kita lakukan pengecekan kita coba wawancara di TKP sudah tidak ada yang bersangkutan (red: oknum pelaku), nah untuk hal ini sedang kita dalami apakah ini memang perbuatam oknum, atau hanya orang yang mengaku-ngaku saja, karena kini sering ada orang yang ngaku-ngaku,” ungkap Kapolres AKBP Agung Marlianto.

Baca:  DPRD Bilang Gubernur Jatim Jangan Sibuk di Acara Seremonial Saja, Tapi Program kongkrit Untuk Masyarakat Tidak Tercapai

Masih menurut Kapolres Agung,” untuk barang bukti yang rusak sudah kita amankan, akan kita buatkan laporan polisi dan akan kita usut tuntas, dan kebetulan identitas pelaku juga sudah jelas, hal ini berawal dari ketidakpuasan terhadap hasil putusan peradilan, meskipun hasil putusan peradilan tersebut sifatnya sudah inkrah. Menurut informasi dari Pak Ketua Pengadilan, karena pelaku maupun keluarganya berada pada pihak yang tidak diuntungkan dari proses peradilan tersebut,”pungkasnya.(elo)