Tanggapi Klaim Benny Wenda, Pangdam XVIII/ Kasuari : Rakyat Papua Inginkan Wujud Nyata Bukan Bualan Belaka

Pangdam XVIII/Kasuari bersama rakyat Papua
Pangdam XVIII/Kasuari bersama rakyat Papua

PAPUA BARAT, KANALINDONESIA.COM
Pada akhir November lalu Benny Wenda menyatakan diri sebagai Presiden Papua Barat tanpa ada dukungan apapun dari masyarakat Papua, hal yang dilakukan Wenda semakin hari tidak masuk akal sehat dan semakin ditinggalkan Rakyat Papua sendiri karena sudah mereka semakin sadar dan merekapun faham bahwa apa yang dilakukan Wenda hanya bualan belaka dan tidak mendasar.

Untuk itu, Kodam XVIII/Kasuari bersama-sama unsur Forkopinda lainnya terutama Pemerintah Daerah, Polda, Kejati serta dukungan masyarakat Papua justru berhasil ciptakan situasi kondisi Papua yang semakin kondusif.

Kondisi ini nampak jelas dari kedekatan antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat Papua dan sambutan hangat dari masyarakat atas berbagai kiprah TNI untuk memajukan Papua, sesuai semboyan Kodam XVIII/Kasuari “Patriot Pembela Rakyat”.

Baca:  Yuri: Data Kasus COVID-19 di Indonesia Tidak Bisa Dibandingkan Negara Lain

Wujud nyata kecintaan rakyat Papua terhadap TNI terimplementasikan dengan tingginya animo pemuda Papua untuk mendaftarkan diri pada program 1.000 Bintara Otsus.

Kedekatan itu juga terlihat dari sambutan yang hangat mahasiswa ketika Pangdam XVIII/Kasuari berkunjung ke Kampus Universitas Papua (Unipa), dimana para mahasiswa sangat antusias saat tatap muka Pangdam XVIII/Kasuari beserta jajaran pejabat teras Kodam XVIII/Kasuari dalam suasana yang lugas, rileks, dan penuh keakraban.

“TNI tidak pernah sesumbar, tidak perlu berkoar-koar, karena yang penting adalah hasil yang terbaik bagi rakyat, dalam hal ini rakyat Papua Barat sebagai anggota keluarga Bangsa Indonesia dalam rumah besar NKRI”, kata Pangdam Mayjen TNI I Nyoman Cantyasa saat pembukaan pencanangan bulan Kasih di Makodam XVIII/Kasuari. Baru-baru ini di Manokwari.

Baca:  OTT Pungli Pengurusan Surat Tanah

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang baru dua bulan bertugas di tanah Papua Barat juga menambahkan, bahwa masyarakat Papua semakin hari semakin faham, bahwa selama ini keberadaan kelompok anti NKRI yang tidak pernah berbuat apa-apa untuk rakyat Papua, hanya menyengsarakan dan menghambat pembangunan serta tidak memberikan dampak positif apapun apalagi mensejahterakan rakyat Papua. “Karena saat ini Rakyat Papua bukan butuh bualan tapi wujud nyata,”tegas Pangdam XVIII/ Kasuari.

hal ini berbanding terbalik kebijakan Presiden Jokowi yang tertuang dalam Inpres nomor 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan propinsi Papua dan Papua Barat. Keppres nomor 20 tahun 2020 tentang tim koordinasi terpadu percepatan pembangunan di Propinsi Papua dan Papua Barat,”

Baca:  Persit KCK Koorcab Rem 071 Peringati HUT Ke 74 Bagikan Paket Sembako

Sementara itu, Musa Kairaba salah satu warga masyarakat Manokwari, merupakan anggota dari Barisan Merah Putih menyampaikan, bahwa masyarakat sangat merasakan bagaimana ditengah pendemi Covid 19 ini, masyarakat mendapat bantuan bukan hanya sembako tapi juga dukungan kesehatan dari TNI guna mencegah penularan Covid-19.

“Kita masyarakat selalu dekat dengan keberadaan TNI ditengah masyarakat, untuk mengatasi kesulitan kita, saat pembagian sembako kemarin oleh Kodam XVIII/Kasuari”.@wn