Hadiri Upacara Wisuda Unair, Sahat Tua Simanjuntak Bangga Sang Adik Jadi Lulusan terbaik

 

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan Ibu Elizabet Sihotang Sahat Simanjuntak saat sesi foto bersama Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak danĀ  Dr. Ermida Simanjuntak, S.Psi.,M.Sc., M.P.si.,Psikolog

SURABAYA KANALINDONESIA.COMĀ  – Wakil Ketua DRPD Jatim Sahat Tua Simanjuntak menampakkan wajah ceria. sejak Pagi sudah bersiap untuk sebuah agenda sangat penting. Politisi yang punya seabreg kegiatan ini, hari ini, Sabtu (5/12/2020) menyiapkan waktu khusus untuk menghadiri wisuda S3 Unair. Kehadiran Sekretaris Golkar Jatim ini, memang istimewa, sekaligus rasa bangga bagi Sahat, Karena dalam wisuda kali ini Dr. Ermida Simanjuntak S.Psi.,M.Sc., M.P.si.,Psikolog – adik kandung politisi Golkar ini resmi menyandang gelar Doktor dan menjadi wisudawan terbaik dengan judul desertasi ” Model Cyber Slacking Akademi Pada Mahasiswa”, dalam Upacara Wisuda UNAIR, di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus C Unair Surabaya, Sabtu (5/12/2020).

Sahat mengaku bangga dengan capaian adik kandungnya sebagai lulusan Program Doktor dengan predikat akademik terbaik dengan IPK 3,97.

“Saya hadir di Wisuda S3 Unair ini, tentu sekaligus juga saya merasa bangga pada dengan capaian adik saya Ermida Simanjuntak yang diwisuda hari ini. Prestasi dari usaha keras memberikan yang terbaik untuk keluarga dan kampus. Maka saya ucapkan Selamat atas prestasi ini untuk Dr. Ermida dengan raihan sebagai lulusan terbaik,” ungkap Sahat.

Baca:  Update Covid 19 di Kabupaten Pacitan Positif Menjadi 2 Pasien

Selain itu bagi dunia kampus kata Sahat, disertasi yang dipaparkan Dr. Ermida ini diharapkan bisa menjadi acuan bagaimana melihat trend mahasiswa saat ini yang cenderung kurang fokus saat menjalani perkuliahan karena konsentrasinya terpecah antara belajar dan takut tidak update dengan medsosnya. Sehingga kualitas belajar dikampus menjadi kurang maksimal. Sebuah dampak dari perkembangan teknologi, bersosialisasi di medsos dan ketakutan akan tidak update banyak hal di medsos. Tentu ini tantangan bagi dunia kampus dalam menghadapi fenomena ini,” kata Sahat menambahkan.

Wisuda yang berlangsung dengan hikmad ini, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Dr. Ermida menghadiri Wisuda secara langsung karena merupakan wisudawan terbaik.

Sementara itu Dr. Ermida menegaskan bahwa cyberslacking akademik yang dikembangkannya adalah sebuah perilaku mahasiwa hubungannya dengan dunia maya, yang ternyata sangat berdampak pada prilaku mereka saat menjalani perkuliahan.
Cyberslacking
akses internet non akademik yang dilakukan mahasiswa pada saat mengikuti perkuliahan di dalam kelas. Akses internet non akademik merupakan akses internet yang tidak ada hubungannya dengan perkuliahan seperti chatting dengan teman melalui WA, Line, Instagram update status, bermain game online, browsing situs-situs yang tidak ada hubungannya dengan kuliah.

Baca:  Diduga Akibat Perahu Pecah, Satu Nelayan Prigi Trenggalek ini Hilang

“Judul ini saya ambil sebab hal tersebut berangkat dari pengalaman saya sebagai dosen saat mengajar, terlihat bahwa banyak mahasiswa yang sibuk dengan gadgetnya saya rasa hal ini adalah tantangan bagi hampir semua dosen di pendidikan S1 di Universitas aktivitas media multitasking serta keinginan untuk tetap kontak dengan dunia digital selain dunia nyata adalah bagian dari generasi milenial. Sehingga saya tertarik untuk membuat pengembangan model teoritik cyberslacking akademik ini,” papar lulusan Master of science Faculty of Sociology, Psikologi and Education University of Groningen Belanda ini.

Hasil penelitian disertasi lanjutnya dapat menjadi sumber informasi bagi dosen mahasiswa dan universitas untuk mengatasi dampak dari cyberslacking akademik. Selain itu, saya cyberslacking akademik yang tinggi dapat menyebabkan penyerapan materi kuliah menjadi tidak maksimal, karena mahasiswa terpecah fokus antara mengikuti kuliah serta melakukan akses internet non akademik akibatnya materi perkuliahan menjadi tidak terserap maksimal sehingga menurutnya prestasi akademik mahasiswa.

Baca:  Gus Ipul Naik Pesawat Kunjungi WEGO Lamongan, Memanfaatkan Libur Kampanye

Kedepannya perempuan yang pernah mengikuti Europen Congress of Psychology (ECP) XVI di Moskow Rusia ini berencana untuk mengembangkan penelitian Penelitian di bidang cyberpsychology atau perilaku manusia dalam dunia maya khususnya aplikasi pada pengajaran di pendidikan tinggi. “Berusaha menjalin kerjasama joint research dengan universitas di negara-negara maju adalah goals saya berikutnya sehingga diharapkan dapat mengembangkan teori perilaku manusia di dunia maya yang khas nuansa Indonesia,” pungkasnya. Nang.