Mangkir Panggilan Polisi Dua Kali, Kabid Humas Polda Metro Jaya: Akan Tangkap Habib Rizieq Shihab

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Dua kali mangkir dari panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa di Petamburan waktu lalu. Maka selanjutnya tidak ada lagi surat pemanggilan terhadap Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Artinya, Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap Imam Besar FPI tersebut.

Penegasan itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam press rilisnya di Mapolda Metro Jaya, Jum’at (11/12/2020).

“Saudara MRS panggilan saksi pertama tidak datang, panggilan saksi kedua tidak datang, kemarin saya tegaskan Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap MRS,” tegasnya.

Pihak kepolisin juga menegaskan akan melakukan penangkapan terhadap Rizieq Shihab yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan.

“Polda Metro Jaya dalam hal ini akan melakukan penangkapan terhadap MRS. Sekali lagi saya ulangi, Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap MRS. Terima kasih,” tegasnya.

Baca:  KKI Gelar Rapat Koordinasi Nasional

Pada kesempatan terpisah, tim kuasa hukum Rizieq Shihab memastikan kliennya akan memenuhi panggilan polisi sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya saat ini datang ke Polda Metro Jaya untuk mengambil surat panggilan sebagai tersangka.

“Hari ini mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjelaskan sebenarnya pada pemanggilan yang kedua terkait HRS beberapa hari yang lalu kita sudah berkomunikasi, yaitu mendatangi dan mengirimkan surat permohonan untuk penjadwalan ulang sebagai saksi atas kasus yang dimaksud,” kata kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12).

Aziz juga mengklaim bahwa setelah dua kali mangkir, sebenarnya Habib Rizieq berenca untuk memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin (14/12/2020).

Baca:  Apel Gelar Pasukan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam Lintas Instansi di Ponorogo

“Hari ini mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjelaskan sebenarnya pada pemanggilan yang kedua terkait HRS beberapa hari yang lalu kita sudah berkomunikasi, yaitu mendatangi dan mengirimkan surat permohonan untuk penjadwalan ulang sebagai saksi atas kasus yang dimaksud,” kata kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12).

Aziz juga mengklaim bahwa setelah dua kali mangkir, sebenarnya Habib Rizieq berenca untuk memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin (14/12/2020).

Ia juga mengklaim bahwa hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan tim penyidik.

Meski demikian Aziz mengatakan saat ini Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka, karenanya tim kuasa hukum Rizieq mengambil langkah proaktif untuk meminta surat panggilan sebagai tersangka kepada kepolisian.

“Akan tetapi perkembangan, dinamikanya berubah, sekarang kami di sini proaktif mendatangi pihak Polda Metro Jaya untuk mengambil surat panggilan,” tuturnya.

Baca:  Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan : Demo Tidak Dilarang Tapi Harus Ikuti Aturan

Tokoh FPI, Rizieq Shihab dan lima orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/11).

Lima tersangka lain itu adalah Haris Ubaidillah selaku ketua panitia, Ali bin Alwi Alatas selaku sekretaris panitia, Maman Suryadi selaku Panglima FPI, dan penanggungjawab keamanan, Sobri Lubis selaku penanggung jawab acara, dan Habib Idrus selaku kepala seksi acara.

Dalam kasus ini, Rizieq Shihab dikenakan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Sedangkan untuk lima tersangka dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam perkara ini, Rizieq dikenakan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Sedangkan untuk lima tersangka Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.