Kasus COVID-19 Ponorogo Tembus1065, Hari ini Bertambah 44 Pasien

PONOROGO, KANALINDONESA.COM: Kasus COVID-19 di Kabupaten Ponorogo Sabtu(19/12/2020) bertambah 44 pasien dan 3 orang meninggal dunia.

“Dari 44 tambahan kasus konfirm baru tersebut semuanya sudah dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya dinyatakan konfirm covid-19,”ucap Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno.

Sementara itu riwayat ke 44 kasus tersebut adalah: 13 orang merupakan pasien suspec dan 7 diantaranya saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR dinyatakan Konfirm Covid-19; 15 orang merupakan pasien dengan riwayat kontak erat pasien konfirm sebelumnya; 9 orang merupakan pasien dengan hasil rapid tes reaktif untuk berbagai keperluan dan setelah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan RT-PCR hasilnya dinyatakan konfirm Covid-19; 7 orang merupakan pasien dengan swab tes untuk berbagai keperluan, dan hasilnya dinyatakan konfirm Covid-19.

Baca:  Antisipasi Kerawanan Pemilu Polres Trenggalek Gelar Sispamkota

Sedangkan berdasarkan alamatnya, ke 44 kasus tersebut berasal dari Kecamatan Bungkal 13 orang; Kecamatan Kota 10 orang; Kecamatan Babadan  4 orang; Kecamatan Sukorejo 3 orang; Kecamatan Mlarak 2 orang; Kecamatan Balong 2 orang; Kecamatan Slahung 2 orang; Kecamatan Kauman 2 orang; Kecamatan Jenangan  2 orang; Kecamatan Pulung 1 orang; Kecamatan Ngrayun 1 orang; Kecamatan Siman 1 orang; Kecamatan Sambit 1 orang.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka kembali saya sampaikan. ada 3 orang pasien konfirm Covid-19, semuanya Laki – laki, umur 63 tahun (asal Kecamatan Bungkal), 55 tahun ( asal Kecamatan Jenangan) dan 53 tahun  ( Kecamatan Jenangan) dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga almarhum meninggal dengan husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,”tutur Sudjarno.

Baca:  Pemprov DKI Jakarta Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Longsor Ponorogo

Dari total kasus per hari ini 1065 pasien; sembuh 808 (75,9%); meninggal 39 (3,7%); isolasi 218 (20,4%).(Amar_kanalindonesia.com)