Di Tahun 2020, Kejari Surabaya Selamatkan Uang Negara Capai Rp386,32 Miliar

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sejak dilaksanakannya Operasi Yustisi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menangani pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sebanyak 4.332 orang. Dari total denda perkara dari seluruh pelanggar senilai Rp199,28 juta, yang juga diwajibkan membayar biaya perkara senilai total Rp9,14 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Anton Delianto menjelaskan dari total seluruh pelanggar Yustisi protokol kesehatan Covid-19 yang sudah membayar sekitar 3.252 perkara. Dengan nilai denda yang sudah masuk ke kas daerah Rp152,45 juta, serta biaya perkara disetor ke kas negara Rp6,75 juta.

“Selain itu dari perkara-perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Seksi Pidana Khusus atau Pidsus diperoleh pengembalian keuangan negara senilai Rp62,77 miliar,” kata Kajari dikutip Kanalindonesia.com dalam konferensi pers secara daring, Selasa (29/12/2020).

Kajari Anton mengaku uang yang dikembalikan ke Negara salah satunya dari perkara-perkara yang ditangani Seksi Pidum, meliputi uang rampasan, serta setoran denda tilang maupun nontilang.

“Dari perkara-perkara yang ditangani Seksi Pidum diperoleh pengembalian uang negara senilai Rp10,92 miliar,” katanya.

Kalau lanjut Anton, untuk bidang Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sendiri telah menyelematkan keuangan negara senilai total Rp312,28 miliar.

“Selain itu dari perkara-perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Seksi Pidana Khusus atau Pidsus diperoleh pengembalian keuangan negara senilai Rp62,77 miliar,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pidsus Kejari Surabaya Ari Prasetya Panca Atmaja menandaskan sebagian besar yang dikembalikan berupa aset negara.

Salah satunya perkara tanah dan bangunan sebanyak lima unit yang ditaksir senilai Rp5 miliar.

Selain itu berupa barang rampasan berupa tanah seluas kurang lebih 70 ribu meter persegi dengan nilai taksiran kurang lebih senilai Rp26 miliar yang diserahkan ke Pemkot Surabaya

“Detail perkaranya saya lupa karena kebanyakan perkara lama. Contohnya perkara tanah dan bangunan senilai Rp5 miliar adalah perkara tahun 2016 yang baru saja inkrah di tingkat Mahkamah Agung,” ucapnya.

Jika ditotal, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sepanjang tahun 2020 telah menyelamatkan serta mengembalikan keuangan negara dari berbagai perkara senilai Rp386,32 miliar.

Kajari Anton menyebut paling banyak adalah pemulihan keuangan negara, yaitu senilai Rp344,59 miliar.

“Penyelamatan dan pengembalian uang negara itu diperoleh dari perkara-perkara yang ditangani Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Seksi Pidana Umum dan Seksi Pidana Khusus sepanjang tahun 2020,” pungkasnya. Ady