Secara Virtual, Kejati Jatim Sampaikan Capaian Kinerja Sepanjang Tahun 2020

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Berbeda dengan tahun sebelumnya, kini Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Mohammad Dofir menyampaikan kinerja jajarannya sepanjang tahun 2020 kepada awak media melalui Analisa dan Evaluasi (Anev) secara virtual, Rabu pagi di Kantor Kejati Jatim, Surabaya.

Bukan tanpa alasan, Kajati Dofir pun menjelaskan pihaknya juga mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Maka dari itu pada Anev di tahun 2020 diadakan secara virtual.

“Dikarenakan situasi pandemi, kami menyampaikan capaian kerja Kejati Jatim melalui virtual. Ini bagian dalam melaksanakan prokes,” terang Kajati Dofir dikutip Kanalindonesia.com, Rabu (30/12/2020).

Seperti gambar cuplikan virtual, Kajati Jatim membeberkan kinerja yang ditangani oleh masing-masing bidang. Seperti Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), Pembinaan, Pengawasan serta bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Dofir mengklaim, pada tahun ini Kejati Jatim meraih rangking pertama updated data CMS (Update data Case Management System).

CMS sendiri ialah merupakan upaya Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk tertib administrasi penanganan perkara, baik pidum maupun pidsus dengan tujuan memberikan akses kepada masyarakat untuk mengetahui setiap perkembangan penanganan perkara yang ditangani kejaksaan.

“Setiap jaksa wajib melakukan entry data terhadap perkara yang di tangani,” terangnya.

Selain itu, Kajati Jatim juga membeberkan sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jatim yang memperoleh predikat WBK dan WBBM dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Untuk Kejari yang meraih predikat WBK adalah Bojonegoro, Probolinggo, Ngawi, Magetan, Pacitan, dan Madiun.

“Sedangkan untuk predikat WBBM adalah Kejari Jember dan Mojokerto Kota,” ungkap Kajati Mohammad Dofir.

Usai memaparkan capaian kerjanya, Kajati Jatim memberikan kesempatan kepada awak media untuk melayangkan pertanyaan. Kesempatan itu disambut berbagai pertanyaan mulai dari penanganan perkara pidana umum disaat pandemi maupun penanganan perkara korupsi, diantaranya kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSU Dr Soetomo Surabaya dan penyelidikan kasus korupsi P2SEM.

“Untuk perkara pidum di Kejati Jatim, kami telah menyidangkan secara online dengan total perkara sebanyak 82.411,” ujar Mohammad Dofir.

Sementara terkait dugaan penyalahgunaan pengadaan alkes di RSU Dr Soetomo Surabaya, Mohamad Dofir mengaku masih melakukan penyelidikan.

“Untuk yang kasus P2SEM dihentikan sementara, karena masih minimnya alat bukti. Saksi kunci (dr Bagoes) yang kami harapkan dapat membuka perkara ini juga sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kejati Jatim masih membuka lebar dibukanya kasus P2SEM tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan akan dibuka kembali apabila ditemukan bukti baru,” pungkas Mohammad Dofir. Ady