Kejari Ponorogo Lakukan Pengecekan Jembatan 200 Juta

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Usai memanggil sejumlah pihak terkait dengan pembangunan jembatan yang menelan anggaran APBD 2020 sebesar hampir Rp200 juta dan baru berwujud pondasi saja, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pegecekan fisik kondisi bangunan jembatan, Rabu(30/12/2020).

Diketahui jembatan yang akhirnya oleh penduduk sekitar dibuatkan sesek bambu agar tetap bisa melintas tersebut sempat viral dan menjadi kontroversi masyarakat, karena diduga tidak sesuai antara anggaran dan realisasi.

Dalam pengecekan tersebut  tim dari  Kejaksaan Negeri (Kejari) yang beranggotaan 5 orang, diantarannya Kasi Intel Ahmad Affandi dan Kasi Pidsus Mohammad Farkhan serta seorang ahli bangunan dari pihak ke 3.

Bersama warga setempat, tim dari kejaksaan ini mengecek kualitas bangunan, menggali pondasinya dan mengukurnya.

Baca:  Kasus Salah Transfer, Ardi Pratama Akui Kesalahannya

Ada dua titik banguan jembatan yang anggarannya berada dibawah Dinas PUPKP Ponorogo dilakukan pengecekan fisik oleh tim dari kejaksaan, yaitu pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Pandak dan Desa Bulak, Kecamatan Balong dan  jembatan di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo.

Kedua jembatan tersebut dilaporkan oleh warga setempat memiliki kwalitas yang rendah dan diduga tidak cocok dengan alokasi anggaan yang cukup besar yang mencapai hampir Rp200 juta per titiknya.

Sumani ketua RT 01/01 Dusun Kates, Desa Pandak,  Kecamatan Balong yang membantu tim Kejari Ponorogo dalam proses pengecekan fisik bangunan jembatan mengungkapkan bahwa bangunan ini sangat mengecewakan warga setempat.

“Kualitasnya sangat rendah namun anggarannya sangat tinggi. Dikhawatirkan pondasi jembatan tersebut akan cepat rusak jika ketendang aliran air sungai yang besar.  Soalnya, dalam proses pembanguan  menggunakan otot atau kerangka besi bekas bangunan lama, dengan campuran  dalam 3 molen hanya 1 sak semen saja, dan batu yang dipergunakan juga separo lebih berasal dari bongkaran jembatan lama,”ucap Sumani.

Baca:  Pemdes Gempolsewu Bagikan 800 Sertifikat Program PTSL ke Warga

Ditambahkanya,“penataan batunya juga tak karuan, sehingga timbul retakan lurus keatas dan sekarang sudah ditambal dengan campuran semen dan pasir. Kami minta kepada kejaksaan jika ada penyimpangan untuk mengusut tuntas kasus ini sehingga jangan sampai ada korupsi yang akhirnya merugikan rakyat seperti ini,”jelasnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo Ahmad Affandi ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, mengaku kedatangannya ke lokasi pembangunan jembatan di Desa Pandak, Balong dan Desa Grogol, Sawoo hanya sekedar melihat-lihat saja.  Kejaksaan sampai saat ini belum melakukan pemanggilan saksi-saksi.

“Tapi memang kita kemarin sudah  memanggil 3 orang dari pihak terkait untuk klarifikasi saja,” tutur Affandi.(Amar_kanalindonesia.com)