Polda Jatim Gagalkan Pengiriman Narkoba Jaringan Malaysia ke Madura, Begini Modusnya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Usaha penyelundupan narkoba berasal Malaysia yang akan dikirimkan ke Madura kembali digagalkan petugas gabungan dari Ditresnarkoba Polda Jawa Timur dengan Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya.

Jaringan Internasional ini cukup lihay dan cerdik, berbagai cara untuk mengelabui petugas pun dilakoni. Pasalnya modus yang dipakai untuk menyimpan 6 kilogram sabu-sabu ini dengan cara dimasukkan ke dalam termos makanan.

Empat pelaku merupakan jaringan dari Malaysia yang diamankan diantaranya bernama Sanidin, Abdin, Siti Hotijeh dan Deddy Syahputra. Untuk peran mereka ialah satu orang sebagai pengirim narkoba dari Malaysia ke Madura, dan tiga lainnya sebagai penerima.

Direktur Reskoba Polda Jatim, Kombes Pol Hanny Hidayat melalui Kasubdit III AKBP Aditya Puji Kurniawan mengaku, kasus ini diungkap berawal dari hasil pemeriksaan sinar X-Ray. Dimana di dalam termos makanan berisikan narkoba jenis sabu-sabu yang akan dikirim ke Madura dengan cara sistem ranjau.

“Bagian pengiriman dari Malaysia itu adalah pelaku bernama Deddy Syahputra. Sistem ranjaunya yaitu (narkoba) yang ia bawa dan ditaruh di kamar salah satu hotel,” ungkap AKBP Aditya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim, Jum’at (8/1/2021).

Pelaku Deddy Syahputra sendiri membawa sabu seberat 2.240 gram yang dimasukkan dalam dua ransel warna hitam dan dibungkus dengan plastik teh China. Barang haram itu dikirim pelaku Deddy Syahputra melalui jalur darat, lalu disimpan di dalam kamar Hotel Prime Royal.

Setelah dilakukan pengembangan, kemudian polisi mengamankan dua pelaku Sanidin dan Abdin.

“Setelah menangkap pelaku Deddy, anggota kami kembali menangkap dua pelaku (Sanidin dan Abdin) di Sampang Madura,” terangnya.

Pelaku Sanidin dan Abdin diamankan polisi di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada tanggal 7 Desember 2020 lalu. Dari tangan Sanidin polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2.040 gram, dan dari tangan Abdin petugas menyita sabu seberat 2.040 gram.

“Sedangkan pada saat itu juga (7 Desember 2020), setelah melakukan Control Delivery dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Siti Hotijeh, perempuan asal Bangkalan. Dia ditangkap seusai menerima paket yang dikirim suaminya inisial S dari Malaysia,” tambahnya.

Perbuatan para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 113 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman kurungan pidana 6 sampai maksimal 20 tahun penjara. Ady