ASN dan Hakim Diswab PCR, PN Surabaya Batasi Sidang Sampai Dua Minggu Kedepan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 325 orang yang terdiri pegawai ASN dan Hakim hingga honorer di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ikuti Tes Swab PCR, Rabu (13/1/2021).

Menurut keterangan Martin Ginting selaku Humas PN Surabaya, kegiatan Tes Swab PCR dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berjalan lancar. Hal itu dilakukan oleh pihaknya juga turut mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Pengadilan Negeri Surabaya, setelah adanya 10 pegawai yang terpapar Covid-19.

“Kami gelar tes swab PCR, bukan antingen. Ada sekitar 325 pegawai bahkan seluruh ASN keluarga besar PN Surabaya mengikuti semua. Kalau datangnya telat, kita suruh swab di puskesmas terdekat,” kata Ginting kepada Kanalindonesia.com ketika dikonfirmasi di ruang humas PN Surabaya, (13/1).

Ginting menjelaskan tes swab PCR ini sesuai instruksi Ketua PN Surabaya untuk diadakan, guna mengetahui sejauh mana tingkat penyebaran virus di area PN Surabaya. Mengingat para pencari keadilan di pengadilan juga berasal dari berbagai kota.

“Apalagi setelah libur panjang, kita lihat sampai sejauh mana penyebaran virus ini di lingkungan PN Surabaya. Dan kebijakan ini kita ambil juga guna mengakomodir keputusan dari Gubernur Jatim, terkait kegiatan masyarakat,” terangnya.

Maka masih kata Ginting, pihaknya telah mengurangi kegiatan persidangan yang ada di PN Surabaya sampai dua pekan mendatang. Kecuali persidangan perkara dengan masa penahannya tidak bisa ditambah atau sudah habis.

“Untuk pembatasan sidang sendiri sudah kita lakukan sejak PKPP diberlakukan. Namun untuk pelayanan publik masih tetap berjalan lancar. Begitu halnya pegawai 60 persen WFH dan 40 persennya Office,” kata Ginting.

Namun apabila tingkat paparan virus Covid-19 atau hasil dari hasil swab PCR banyak yang positif, maka pihaknya akan berkordinasi dengan pimpinan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim untuk melakukan langkah antisipatif. Dengan mengeluarkan kebijakan lockdown ketiga untuk seluruh aktivitas pelayanan publik di PN Surabaya.

“Pelimpahan perkara tetap berjalan. Diimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berkunjung ke PN Surabaya. Bagi yang hendak berunjuk rasa, kita imbau Polri lebih bijaksana dalam memberikan izin, guna meminimalisir penyebaran virus,” kata Ginting secara tegas. Ady