Update COVID-19 Ponorogo 13 Januari, Positif Tambah 46, Sembuh 30 dan 1 Meninggal

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Ponorogo, Rabu(13/01/2021) terdapat tambahan 46 kasus konfirm baru, 30 pasien dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Ke 46 tambahan confirm baru tersebut yaitu 13 orang awalnya merupakan kasus kontak erat dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif; 4 orang awalnya melakukan pemeriksaan rapid antigen secara mandiri dengan hasil positif dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif; 28 orang suspek dengan gejala ringan – berat yang mengarah COVID-19 dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif; 1 orang melakukan pemeriksaan PCR secara mandiri dan didapatkan hasil positif.

Berdasarkan alamatnya, 46 kasus tersebut berasal dari Kecamatan Babadan 1; Bungkal 6; Jetis 2; Kauman 2; Ngebel 1; Ponorogo 21; Sawoo 2; Siman 4; Sambit 3;            Slahung 4.

Baca:  Kasus COVID-19 Ponorogo Tembus1065, Hari ini Bertambah 44 Pasien

“Sedangkan kasus meninggal masih terus terjadi dan pada hari ini didapatkan 1 orang pasien confirm meninggal dunia, yaitu seorang laki – laki , usia 62 tahun, alamat domisili Kecamatan Ponorogo,”ucap Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Data COVID-19 hingga hari ini total 1467; sembuh 1.156; meninggal 70; isolasi 241.

“Hari ini telah dilaksanakan kick off pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang diawali oleh Presiden. Yang selanjutnya secara bertahap akan dilanjutkan di daerah termasuk Kabupaten Ponorogo. Namun dimikian, meskipun vaksin sudah tersedia, Saya kembali mengajak masyarakat untuk menerapkan hal-hal sederhana dalam mencegah penularan Covid-19. Hal itu ialah protokol kesehatan 3M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Karena, dengan mencegah penularan, maka peningkatan kasus Covid-19 dapat ditekan. Dengan menurunnya jumlah kasus, maka tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit dapat diantisipasi. Masyarakat pun dapat melindungi sahabat, serta keluarga hanya dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,”tutur Ipong.

Baca:  Kembali Ponorogo Masuk Zona Oranye, Wilayah dengan Resiko Sedang Penyebaran COVID-19