Tipu Investasi Proyek Tambang Rp1,5 Miliar, Dua Orang Direktur Dipolisikan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Merasa tidak beres soal investasi proyek dalam pengeboran tambang minyak di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur capai Rp1,5 miliar. Ongky Wira Setiawan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum dan melaporkan dua direktur perusahaan investasi tambang kepada Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Ongky Wira Setiawan mengaku kasus ini berawal, saat dirinya ditawari investasi oleh PT. VIU terkait pengeboran minyak yang dikelola PT. TGE yang ketika waktu itu sedang membutuhkan dana.

Kemudian, Versailles melalui Niki Hermanto selaku Komisaris melakukan beberapa presentasi di hotel bersama investor lainnya, dengan disaksikan Komisaris PT. TGE, Iwan dan Direktur PT. TGE, Binsar L.T. Lumbantobing.

Terpikat dengan janji manis saat prestasi tersebut, Ongky pun akhirnya mengucurkan dana dengan beberapa perjanjian, salah satunya adalah terkait adanya jaminan sertifikat aset milik PT TGE telah dialihkan ke PT VIU karena hak tanggungan (HT).

“Karena itu saya tertarik dan percaya, tapi nyatanya sertifikat tersebut masih nama pribadi dan belum di HT kan ke Versailles,” kata Ongky didampingi Rizal Hariyadi selaku tim kuasa hukum saat press rilis, Rabu (13/1).

Sebelum dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, Ongky melalui kuasa hukumnya pernah melayangkan somasi ke VIU dan TGE. Hasilnya, PT. TGE justru mempailitkan dirinya sendiri di Pengadilan Jakarta. Sedangkan pihak PT VIU selalu menghindar saat dihubungi.

“TGE beranggapan semua sudah diserahkan ke Versailles dan pihak Versailles sendiri sulit dihubungi,” katanya.

“Karena tidak ada tanggapan, terpaksa saya laporkan ke polisi,” tandas Ongky.

Dalam tanda bukti lapor bukti lapor No : TBL-B/21/I/RES.1.11/2021/Reskrim/SPKT Polrestabes Surabaya tertanggal 9 Januari 2021, Ongky melaporkan Direktur PT. Tawun Gegunung Energi (TGE), Binsar L.T. Lumbantobing dan Direktur PT Versailles Indomitra Utama (VIU), Viky Hartono.

“Keduanya kami laporkan atas tindak pidana penipuan. Karena tidak ada tanggapan,” kata Rizal Hariyadi. Ady