Rapat Pembagian Lapak Lantai Dasar Pasar Legi Ponorogo Buntu …???

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Puluhan pedagang lantai dasar Pasar Legi Ponorogo kecewa dengan alokasi lapak yang tidak sesuai dengan janji awal.

Hal itu terungkap saat Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) menggelar musyawarah bersama 44 orang pedagang eks pasar legi lantai dasar di Gedung Lingkungan Industri Kecil (LIK) jalan Trunojoyo, Selasa (12/01/2021) lalu.

Musyawarah membahas tentang alokasi lapak bagi 44 pegangan di lantai 1 berakhir tanpa hasil.

Karena ke 44  pedagang menuntut alokasi lapak mereka dikembalikan sesuai jumlah pedagang lama di lantai dasar dahulu yaitu 44 lapak. Sementara berdasarkan desain gambar yang berada di tangan Perdagkum mereka hanya mendapatkaN lapak 34 saja .

Hal itu terjadi karena di lantai I ada 173 los atau toko. Toko luarnya ada 34 kapling, dari jumlah itu 5 diantarannya untuk zonasi dan 29 untuk fasilitas umum. Sehingga secara otomatis banyak pedagang yang kehilangan rukonnya dan ini tidak sesuai dengan janji awal pemerintah dahulu yang akan menempatkan mereka ditempat semula.

Baca:  Buron 2 Tahun, Bandit Pecah Kaca Mobil Asal Kandangan Diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya

Ndaru salah seorang pedagangag yang ikut dalam rapat tersebut menyampaikan permintaan pedagang adalah ke 44 orang semuannya harus mendapat lapak di lantai I. Karena data terkait jumlah lapak  yang dipegang oleh para pedagang ini berbeda dengan jumlah lapak yang dipegang oleh Dinas PerdaganganKoperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo. Jika data Dinas Perdagkum menyebutkan ada 34 los/ toko di luar, data dari pedagang ada 91 los atau toko.

“Kita ingin pemerintah itu transparan saja atau blak-blakan saja. Kita itu ngikut kok dengan keputusan pemerintah jika harus menyamakan dagangan sesuai dengan ketentuan yang ada. Cuma lokasi kita berdagang dahulu di lantai I yang dikembalikan semua. Karena data kita soal jumlah los atau kios real di lapangan jauh lebih banyak dari yang mereka sampaikan. Jangan sampai ada permainan ternyata banyak orang luar yang dapat jatah kios itu, “jelas Ndaru.(Amar_kanalindonesia.com)

Baca:  Gus Khoiri Prakarsai Pembentukan Pengurus AKD Kabupaten Gresik Periode 2019-2024