GPK Dengar Keluhan Warga Terdampak Banjir dan Kawal Aspirasi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Jombang memberikan bantuan kepada para warga terdampak yang menjadi korban banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Hal tersebut dilakukan guna membantu proses rehabilitasi pascabencana sekaligus meringankan beban warga yang saat ini tengah didera kesulitan.

Ketua GPK Jombang H Mujtahidur Ridho atau akrab disapa Gus Edo mengatakan, bantuan tersebut diberikan melalui kehadiran posko GPK Peduli Bencana yang didirikan di Dusun Beluk, sebagai wilayah terparah terdampak banjir. GPK mengoperasikan posko peduli tersebut untuk membantu warga terdampak.

Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik lancar dan hari ini kita bisa distribusikan ke Posko banjir,” ujar Gus Edo.

Baca:  Ratusan Guru TK Belum Dapat Tunjangan, Ini Komentar Kepala Disdik Jombang

Walau air sudah surut, namun tak menyurutkan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Jombang untuk berbagi dan peduli. GPK menyalurkan bantuan air bersih, obat-obatan, juga peralatan pembersih lantai rumah. Selain itu, GPK juga mendirikan posko bencana disalah satu rumah warga.

Kita mendengarkan langsung keluhan warga atas dampak dan langkah kedepan. Supaya nanti sesuai harapan warga terdampak banjir oleh sungai avur atau dam sipon ini, tidak ada lagi,” jelas Gus Edo

Selama ini, lanjut Gus Edo di daerah sini (Desa Jombok) memang sering terjadi banjir dan hampir berlangsung tahunan ketika musim penghujan dengan intensitas tinggi.” Dari informasi warga sini, sudah 11 tahun ini air menggenangi kampung hampir tiap tahunnya,” ungkapnya.

Baca:  DPRD Jatim Beri Predikat Bank Jatim Lemah Lakukan Pengelolaan SDM Dan Kaderisasi

Untuk itu, Gus Edo berharap ada langkah serius dalam menanggulangi dampak banjir di Desa Jombok dari lintas sektor. Iapun mengapresiasi langkah dan upaya warga dusun beluk desa jombok yang sangat mandiri dalam penanganan banjir.

Insyaalloh, saya akan sampaikan aspirasi ini. Dan kedepan yang perlu diperhatikan, bagaimana agar banjir tahunan ini tidak lagi kembali menggenangi. Kesabaran adalah kunci utama ditengah musibah,” pungkasnya.