Peduli Banjir, Pramuka SMA Khozainul Ulum Bojoasri Pasang Tanda Pembatas Jalan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Banjir luapan dari Sungai Bengawan Jero yang menenggelamkan permukaan jalan dan lahan pertanian serta tambak di sebagian wilayah Kecamatan Kalitengah sebulan terakhir ini membuat keprihatinan anggota Pramuka dari pangkalan sekolah yang juga ikut terendam karena banjir tahunan tersebut.

Anggota Pramuka dari Gugus Depan SMA Khozainul Ulum tersebut merasa prihatin dengan kondisi jalan poros yang menghubungkan beberapa desa yang ada di kawasan Bengawan Jero.

“Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter, sehingga permukaan jalan dan kali serta tambak tidak ada bedanya sangat membahayakan orang yang melewatinya,” kata Zainal Abidin, Pembina Pramuka SMA Khozainul Ulum kepada Kanalindonesia.com.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, anggota Pramuka Penegak dari SMA Khozainul Ulum Bojoasri, Kecamatan Kalitengah turun tangan dengan memasang tanda pembatas jalan pada jalan poros desa yang tergenang air.

Baca:  Ditengah Pandemi Covid 19, Kopassus Kembali Berikan Bantuan Paket Sembako Di Desa Kerta Rahayu

Beberapa patok dipasang dihubungkan dengan tali rafia pada kanan kiri jalan agar warga yang melewati tidak sampai jatuh ke dalam kali atau tambak. Selain memasang tanda pembatas jalan, anggota Pramuka Penegak tersebut juga membersihkan kotoran, tanaman serta barang-barang yang hanyut berserakan menutup permukaan jalan.

Menurut Zainal Abidin, anggota Pramuka SMA Khozainul Ulum merasa terpanggil untuk bisa membantu masyarakat yang saat ini terkena bencana seperti apa yang diajarkan dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Banjir yang melanda di Kawasan Bengawan Jero satu bulan terakhir ini hampir melumpuhkan beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Kalitengah, diantaranya Bojoasri, Gambuhan, Blajo, Tiwet, Jelakcatur, Somosari dan Pucangtelu.(omdik)

Baca:  Unitomo Kukuhkan Guru Besar