Teater Ginyo Lamongan Punya Gawe, Wujud Eksistensi Satu Dekade Perjalanan Teater di Wilayah Pantura

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ada yang berbeda pada peringatan ulang tahun Teater Ginyo Lamongan tahun ini. Memasuki usia satu dekade perjalanan karier teater berasal dari Pantura tersebut ingin memberikan manfaat dan mengajak generasi sekarang untuk mencintai sastra. Bertempat di Kampus II Unisla Paciran, peringatan ulang tahun Teater Ginyo dilaksanakan dengan meriah. Mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, tari bahkan drama monolog pun ditampilkan.

Acara yang juga dalam rangka peluncuran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kampus II Unisla Paciran “Sanggar Surya Buana” tersebut diberi judul Teater Ginyo Lamongan Punya Gawe. Kehadiran beberapa orang satrawan saat pembukaan acara memberikan semangat tersendiri bagi penggemar sastra dari kawasan pantura tersebut. Sosiawan Leak dari Solo dan Agus R. Subagyo, dua orang sastrawan terkemuka saat ini diharapkan mampu menularkan ilmunya dalam bidang kesastraan.

Baca:  Kapolres Lamongan Serahkan Santunan pada Anak Yatim Saat Kunjungi Rumah Pintar Yayasan Berkas

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dari Komunitas Teater Ginyo Lamongan untuk menebarkan ke para remaja di kabupaten lamongan agar lebih mengenal dan mencintai karya sastra, pula mengenal para Sastrawan di Indonesia dan di Lamongan” terang Lukman Tohek, salah satu Pendiri Teater Ginyo kepada Kanalindonesia.com, Sabtu (16/01/2021).

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga siang tersebut, para peserta diberikan pelatihan menulis oleh para mentor untuk mengobservasi situasi dan pengalaman hidup masing-masing untuk kemudian dibuat sebagai bahan menulis puisi berdasarkan teori yang sudah dipaparkan sebelumnya. Acara yang berlangsung di pinggir laut utara wilayah Kabupaten Lamongan itu diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Lamongan.

Baca:  Nyabu, Bocah 17 Tahun Diciduk Polisi

“Ini untuk menumbuhkan dan semangat dalam proses kreatif menulis sastra terutama Puisi, di Lamongan” tambah Lukman Tohek.

Sementara itu, M. Mukhlis, Koordinator Pengelola Kampus II Unisla di Paciran memberikan apresiasi terhadap kegiatan kesenian seperti ini dalam rangka menumbuhkan kreatifitas seni di kalangan pelajar dan mahasiswa. Para peserta begitu sangat antusias mengikuti pelatihan sampai selesai, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta sebelum mereka mencoba mempraktekkan kemampuannya.

“Berkesenian itu harus perlu dengan sebuah pemahaman agar nantinya mampu memberikan manfaat sebagai sarana syiar kepada masyarakat,” terang Mukhlis saat pembukaan acara Teater Ginyo Punya Gawe.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan bedah buku Antologi Puisi karya Sosiawan Leak Rumah-Mu tumbuh di Hati kami dan Sarasehan mengenai proses kreatif penulisan yang digawangi oleh Sosiawan Leak. Sebagai salah satu sastrawan terkemuka di Indonesia, Leak sengaja dihadirkan untuk menumbuhkan spirit ber-sastra bagi para remaja. “Tulislah apa saja yang ada di hadapanmu. Jangan ditunda-tunda apalagi direncanakan” tutur Leak pada acara sarasehan tersebut.

Baca:  Menuju Zona Hijau, Kapolda Jatim Resmikan Hotel Tangguh Semeru di Surabaya

Karya Puisi yang dibedah merupakan salah satu karya transenden yang dihasilkan oleh Leak. Proses kreatif kepenulisan menurut Leak merupakan fase kebebasan paling substil bagi setiap individu yang sedang dan akan merefleksi situasi dan keadaan yang dialaminya. Selama masa Pandemi ini, bagaimana alam mengajak dan mengajarkan agar kita tidak menjadi manusia yang “kemaruk”.(omdik)