Selain Curah Hujan Tinggi, Tanam Rumput Gajah di Lereng Tanggul disinyalir Jadi Penyebab Amblasnya Tanggul Bengawan Solo di Sumberwudi

 

Kondisi tanggul Bengawan Solo di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan yang mengalamai amblas sepanjang 40 m. foto:omdik_Kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Tingginya curah hujan yang turun wilayah Kabupaten Lamongan beberapa minggu terakhir mengakibatkan tanggul aliran Sungai Bengawan Solo di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ambles. Pergerakan tanah yang ada di tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mengalami peningkatan. Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) bertindak cepat memperbaiki tanggul yang ambles tersebut hari ini, Selasa (19/1/2021).

Amblesnya tanggul sepanjang 40 meter dan lebarnya 3 meter mengkhawatirkan bagi wilayah di sekitar tanggul tersebut. Letak tanggul yang berada dijalur tikungan aliran Sungai Bengawan Solo sangat rawan terjadi pergeseran yang mengakibatkan amblesnya permukaan tanggul semakin bertambah.

Ahmad Ashari, Koordinator lapangan (korlap) Tanggul Bengawan Solo mengatakan, amblasnya Tanggul Bengawan Solo yang berada di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng tersebut karena berbagai berbagai hal. Selain curah hujan yang tinggi, kondisi kaki tanggul yang rapuh serta adanya pemanfaatan lereng tanggul yang dijadikan lahan menanam tanaman untuk pakan ternak bisa menjadi penyebabnya.

Baca:  Gunakan Kapal KRI John Lie, Menhub Tinjau Lokasi Ditemukannya Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Tenaga lapangan dari Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) membersihkan semak belukar dan rerumputan di lokasi amblasnya tanggul Bengawan Solo. foto:omdik_Kanalindonesia.com

“Lereng tanggul Bengawan Solo di Desa Sumberwudi ini banyak rerumputan sejenis rumput gajah yang sengaja ditanam warga untuk makanan ternak. Untuk menghasilkan rumput yang subur, kelihatannya mereka menggunakan pupuk sehingga mengakibatkan tanahnya gembur,” terang Ashari kepada Kanalindonesia.com

Lebih lanjut Ashari menambahkan bahwa di sekitar kaki tanggul terdapat beberapa cekungan dan lahan kosong menyerupai rawa kecil yang menampung air. Kondisi tersebut menyebabkan kekuatan kaki tanggul akan berkurang dan setiap saat akan terkikis oleh genangan air yang ada di sekitarnya, apalagi kondisi tanah di lereng tanggul sangat gembur maka dipastikan tanggul akan mudah ambles.

Dengan mengerahkan tenaga lapangan dari BBWS, rekahan tanah yang diakibatkan amblesnya tanggul pun dilakukan normalisasi secara manual untuk mengurangi kerusakan tanggul semakin parah. Selain itu, belasan petugas tersebut juga membersihkan tanaman yang tumbuh di sekitar amblesnya tanggul.

Baca:  Hasil Tes Swab PCR, 11 ASN PN Surabaya Terpapar Covid-19

“Yang kita kerjakan tadi adalah tanggap darurat untuk meminimalisasi terjadinya penambahan amblas susulan. Jadi kita mengisi rekahan di puncak tanggul yang amblas, supaya ketika ada hujan tidak masuk kedalam tanah yang mengakibatkan degradasi,” kata Ashari.

Untuk selanjutnya dia mengharapkan pada pemerintah desa setempat untuk ikut memberikan sosialisasi dan penjelasan guna bersama-sama ikut menjaga kondisi tanggul Bengawan Solo agar tetap baik dengan tidak menanam tanaman di lereng tanggul Bengawan Solo.(omdik).