Polres Lamongan Dukung Penangkapan Pelaku Kasus Penyebaran Berita Hoax Kasdim 0817 Gresik Terkait Vaksin Sinovak

(Polres Lamongan, Jawa Timur)

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kasus penyebaran berita bohong (Hoak) terkait meninggalnya salah satu anggota Kodim 0817 Gresik Mayor Inf. Sugeng Riyadi yang dikabarkan meninggal setelah divaksin sinovak, menjadi perhatian khusus Polres Lamongan.

Setelah melalui penangkapan Sat Reskrim Polres Gresik yang berhasil mengungkap Terduga pelaku an. TRI SETYO, umur 44 tahun, alamat Griyo Asri taman sidoarjo, kasus penyebaran berita bohong (Hoax). Pelaku TRI SETYO saat ini sedang menjalani hukuman sebagai narapidana kasus pembunuhan di Lapas Porong Sidoarjo.

Pelaku Penyebar Hoak

Dari berita sebelumnya pelaku telah menyebar hoax terkait Kasdim dan Danramil Kebonmas 0817 Gresik meninggal akibat disuntik vaksin sinovak. Setelah mendapatkan foto pemakaman meninggalnya seorang anggota koramil dari wa kakaknya kemudian foto tersebut di copas dan ditambah narasi “ innalillahi wainna ilaihi rojiun, vaksin pertama, kasdim 0817 gresik, mayor sugeng riadi, tadi malam danramil kebomas gresik meninggal akibat siang disuntik vaksin…pagi proses pemakaman… hati2 bahaya vaksin ini nyata “ selanjutnya di share ke group wa “ Indahnya Islam “.

Baca:  Inilah Pernyataan Ketua DPR Terkait Bom Manchester

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi jajaran Polres Lamongan terhadap penyebaran berita Hoak terkait Vaksin Sinovak. Padahal jajarannya sangat mendukung adanya program suntik vaksin Sinovak demi mencegah Covid-19.

Pihak Polres Lamongan menghimbau kepada masyarakat ataupun nitizen Lamongan untuk tidak membuat berita hoax jika tidak ingin berurusan dengan hukum.

Jika didapat telah membuat berita Hoak dapat dijerat hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat 1 Undang-undang RI No.19 th 2016 tentang perubahan atas Undang-undang No.11 Th 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 28 Ayat 1 Undang-undang RI No.11 th 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp. 1 milyar.

Baca:  Kasus Meninggal Cenderung Turun Sejak Sepekan, Pasien Sembuh COVID-19 Naik Jadi 960

Jurnalis : Omdik/Fatta/Bambang
Kabiro    : Ferry Mosses