Penyebar Berita Bohong Meninggalnya Kasdim dan Danramil Gresik Ternyata Berstatus Narapidana

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Polisi berhasil menangkap pelaku yang menyebarkan berita hoaks tentang Kasdim 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi dan Danramil Kebomas Gresik Mayor Kaf Gatot Supriyono meninggal pasca vaksinasi Covid-19. Penyebar berita bohong itu tenyata seorang narapidana.

Pelaku diketahui berinisial TS (40), warga Kecamatan Taman Sidoarjo ini merupakan warga binaan (Narapidana) Lapas kelas 1 Surabaya. Sebelumnya dia ditangkap karena kasus pembunuhan.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan awal mula keberadaan pelaku terungkap yakni sejak beredarnya berita bohong tersebut di sosial media. Kemudian penyidik Polres Gresik dibantu Tim Cyber Polda Jatim untuk melakukan penelusuran.

Setelah mengantongi sejumlah keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa serta barang bukti yang didapatkan, polisi langsung menyelidiki dan meringkus seorang pelaku penyebar berita tidak benar alias hoaks tersebut.

“Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan serta mendalami kasus berita bohong atau hoax ini,” ujar Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat mempimpin konfrensi pers di Halaman Mapolres Gresik, Rabu (20/01/2021) siang.

Wakapolda Jatim mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya aksi hoaks yang dilakukan pelaku. Apalagi, saat ini pemerintah tengah menggalakkan vaksinasi sebagai ikhtiar agar terbebas dari Pandemi Covid-19.

Padahal, seperti yang diterangkan Wakapolda Jawa Timur, hingga saat ini yang bersangkutan yakni Kasdim Gresik yang mendapatkan vaksin beberapa hari lalu masih dalam kondisi yang baik-baik saja.

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengungkapkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Saya mengimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati dalam bermedia sosial,” terang Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menerangkan agar masyarakat diharapkan jangan mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks. Masyarakat harus mencari tahu tentang kabar tersebut dan jangan langsung di sebarkan, lebih baik di cari dulu kebenaran dari berita tersebut.

“Saya himbau masyarakat jangan mudah percaya informasi di media sosial. Lebih baik disaring dulu, di cari tahu kebenarnya dulu berita-berita hoax itu sebelum di-sharing,” ungkap kata AKBP Arief kepada awak media. Ady