Begini Cara Kanit Reskrim Polsek Jambangan Iptu Marji Wibowo Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu

 

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kelincahan kinerja Kanit Reskrim Polsek Jambangan Iptu Marji Wibowo dalam pengungkapan tindak kejahatan di Kota Surabaya ini sudah tidak diragukan lagi. Kali ini, Iptu Marji bersama anggota dari Tim Anti Bandit Polsek Jambangan berhasil ungkap kasus peredaran uang palsu.

Dihadapan awak media, Iptu Marji mendampingi Kapolsek Jambangan Kompol Isharyata menggelar rilis dan memamerkan tersangka beserta barang bukti berupa uang palsu di halaman Mapolsek Jambangan.

Uang lembaran palsu pecahan seratus ribuan senilai Rp200 juta lebih disita dari tangan tiga tersangka bernama Warji warga Nganjuk, Hosim alias Rekso dan M. Nur Kosim. Keduanya warga Solo Jawa Tengah.

Kapolsek Jambangan Kompol Isharyata menjelaskan modus operandi yang digunakan berawal dari pelaku M. Nur Kosim hendak menjual uang rupiah yang diduga palsu kepada seseorang berinsial S di Sentra PKL Karah sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, pelaku M. Nur Kosim membawa uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.051 lembar atau setara seratus lima juta seratus ribu rupiah. Ia hendak menjual uang tersebut kepada S sebesar Rp30 juta dengan uang asli. Nur Kosim itu pun mengakui kalau uangnya palsu.

Setelah ditangkap dan diinterogasi petugas, pelaku Nur Kosim mengaku uang yang dibawanya itu di dapatkan dari pelaku Warji. Kemudian Warji juga berhasil ditangkal Tim Opsnal Polsek Jambangan.

Sedangkan Warji sendiri mengakui kalau uang palsu yang hendak di jual oleh Nur Kosim tersebut, ia peroleh dari Hosim alias Rekso. Kemudian, hasil temuan tersebut, dikembangkan kembali.

Hingga pada, tanggal 11 Desember 2020 sekira pukul 23.30 WIB, dilakukan penangkapan terhadap Rekso beserta uang pecahan Rp100 ribu yang di duga palsu sebanyak 1.408 atau setara Seratus empat puluh juta delapan ratus ribu rupiah.

“Kelompok pengedar uang palsu ditangkap di area Sentra PKL Karah, Kecamatan Jambangan Surabaya. Aksi menjual uang palsu 1 banding 4 ini sudah kali kedua. Yang pertama sudah berhasil bertransaksi dengan pembelinya,” ujar Kapolsek Kompol Isharyata dikutip Kanalindonesia.com, Rabu (20/1/2021).

Dari hasil ungkap ini, total uang palsu yang berhasil disita adalah sebanyak Rp. 245.900.000, uang pecahan Rp100.000, di duga palsu.

Seluruh pelaku akan dijerat Pasal 36 ayat (2), (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang atau Pasal 245 KUHP dengan hukuman hingga 10 sampai 15 tahun. Ady