Unik, Pembangunan 1 Jembatan 200 Juta Terdapat 2 Papan Nama Proyek

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Satu titik proyek jembatan yang menghubungkan Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal dengan Desa Mojopitu, Kecamatan Slahung Ponorogo terdapat 2 papan nama proyek dengan nilai masing-masing Rp199.382.000,-.

Di lokasi jembatan tersebut 1 papan nama proyek berada di sisi barat sungai masuk Desa Mojopitu, Kecamatan Slahung, sedangkan 1 papan nama proyek lagi berada di sisi timur sungai masuk Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal.

Dalam papan nama proyek tersebut disisi barat tertera pengerjaan landhope jembatan Bogem Sungai Pelem, sedangkan disisi timur tertulis pembangunan landhope jembatan sungai Pelemgede.

Salah satu masyarakat yang kebetulan melintas saat ditanya sejumlah awak media mengaku resah, dikarenakan dirinya harus berputar sejauh 3 sampai 4 kilometer.

Baca:  Silaturahmi Kapolres dan Dandim 0802 Ponorogo ke Kediaman Ketua Perguruan Pencak Silat

Sementara untuk bisa melintas, masyarakat membangun jembatan darurat dengan bahan bambu( sesek).

“Resah mas, dulu waktu masih jembatan lama sebenarnya masih lancar, mobil bisa lewat. Sekarang mobil tidak bisa lewat, sepeda motorpun harus bergantian,”ucap Joko, warga Mojopitu.

Sebelumnya sempat viral pembangunan jembatan yang belum selesai dengan nilai anggaran yang sama hampir mencapai Rp200 juta, masing-masing berbeda, seperti jembatan yang menghubungkan Desa Bulak dan Desa Pandak Kecamatan Balong pembangunan landhope sudah selesai kedua sisi, dan pembangunan jembatan dl Desa Grogol, Kecamatan Sawoo yang hanya selesai separo dari sisi landhope.

“Kalau kita bawa mobil, harus berputar sejauh 3 sampai 4 kilometer mas,”terang Joko.

Untuk temuan proyek pembangunan sejumlah jembatan ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo sudah menurunkan timnya untuk melakukan pengecekan kemungkinan adanya penyimpangan.(Amar_kanalindonesia.com)

Baca:  Polres Ponorogo Bersama Bhayangkari Ponorogo Berbagi Sembako