Mengamuk Tanpa Alasan, Pria di Mojowarno Jombang Bacok Dua Orang dan Rusak Barang Milik Warga

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Mengamuk tanpa sebab, pria asal Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang bacok dua orang dan merusak barang milik warga, pada Kamis (21/1) sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan Raya Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Pria yang mengamuk tersebut diketahui bernama Joko Slamet yang juga masih termasuk warta Desa Menganto. Tanpa alasan pasti, Joko membacok dua orang menggunakan clurit sepanjang 60 sentimeter yang dibawanya.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas dalam keterangan persnya mengatakan, sebelum melukai dua orang dan merusak barang milik warga, Joko sempat berteriak-teriak memanggil seseorang.

Hal itu diketahui setelah Burhani (50) warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Pada hari Kamis kemarin sekira jam 17.00 pelapor berada di dalam rumahnya mendengar orang teriak-teriak “EDI Loyo nandi, duduhno edi loyo jagoane menganto”. Akan tetapi pelapor tetap berada di dalam rumah dan saat itu tepat di depan rumah pelapor, Joko berteriak memanggil nama Samidi,” ucap Kapolsek, Jum’at (22/1/2021).

Baca:  Bupati Mundjidah Beri Ucapan Selamat Atas Prestasi Anindita Finalis MTQ Internasional

Saat itu, lanjut Kapolsek, pelapor keluar rumah dan melihat Joko yang berteriak tadi sambil membawa celurit dengan panjang sekitar 60 sentimeter. Mengetahui hal tersebut, pelapor berusaha menenangkan, namun kemudian Joko masuk ke dalam rumah pelapor.

“Ketika Joko berada dalam rumah pelapor, anak pelapor yang bernama Femalia Hariati berkata “loh mlebu omah kok gowo celurit?” Mendengar hal tersebut Joko marah dan berteriak mengancam Femilia akan di bunuhnya,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, pelapor berusaha menenangkan Joko, akan tetapi Joko marah dan mengayunkan celurit yang di bawanya ke arah pintu rumah pelapor dan atap asbes teras rumahnya. Menghindari amarah Joko, oleh pelapor, Joko di ajak keluar rumah dan saat itu Joko mengayunkan celurit yang di bawanya ke arah pelapor dan mengenai pelipis mata kanannya hingga mengeluarkan darah.

Baca:  Satu Keluarga Terjerat Narkoba, Pidana 20 Tahun Menanti

“Warga yang melihat hal tersebut berusaha menenangkn Joko. Namun, Joko tetap melawan warga yang berusaha menenangkannya dengan cara mengayunkan celurit ke arah warga yang berusaha menenangkannya. Karena warga merasa terancam, Joko jadi sasaran amuk warga yang mengakibatkan Joko mengalami luka-luka di bagian kepala dan punggungnya,” bebernya.

Sebelum melakukan penganiyaan dan pengancaman di rumah pelapor, Joko juga melakukan penganiyaan terhadap Juwanto, warga lainnya. Juwanto di celurit dengan cara di kalungkan ke leher belakang korban sehingga Juwanto mengalami goresan di leher belakangnya, kemudian luka gores di bagian lengan kanannya.

“Joko juga melakukan pengerusakan di warung milik Sumardi dengan mengayunkan celurit ke meja warung tersebut sehingga gelas dan piring pecah semua dan sangkar burung juga terkena sabetan celurit. Tidak hanya itu, Joko juga melakukan pengerusakan gerobak bakso milik Yoga yang di parkir depan warung milik Sumardi,” jelas Kapolsek.

Baca:  Ikhlas dan Memikirkan Orang Lain, dalam Kenangan Satu Tahun Kepergian Gus Sholah

Atas kejadian tersebut, pelapor yaitu Buhari dan Juwanto yang jadi korban bacok dibawa ke Puskesmas Selorejo untuk dilakukan perawatan, sedangkan Joko yang mengalami luka di bagian kepala dan punggungnya akibat diduga amuk warga karena warga kesal harus dilarikan ke RSK Mojowarno untuk dilakukan perawatan.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa satu buah celurit dengan panjang 60 sentimeter dan pecahan kaca,” terangnya.

Joko sendiri harus rela terancam pasal karena melakukan penganiayaan disertai pengancaman dan perusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 AYAT (1) dan 335 dan 406 KUHP. (GIT)