Sidak Pemenang Tender Pengadaan Buku, Langkah Kejari Jombang Didukung Wakil Rakyat.

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang sidak rumah percetakan buku karena ada indikasi korupsi pengadaan buku Perpusdes. Dapat respon positif dari wakil rakyat.

Pasalnya, penggeledahan oleh tim penyidik kejaksaan di CV Media Mentari, milik CS di Jalan Mawar Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, pemenang tender proyek pengadaan bantuan buku Perpusdes RI tahun 2019 pada Senin (18/1) lalu ini merugikan negara mencapai Rp 300 juta.

“Saya mendukung langkah Kejakasaan dalam melakukan penyidikan kasus Perpusdes ini. Proaktif dan jangan sampai ada intervensi dari pihak manapun,” ucap Syarif Hidayatullah, wakil ketua Komisi D DPRD Jombang, pada Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat ini, kasus pengadaan buku Perpusdes sudah lama beredar dan langkah kejaksaan dalam hal ini patut diberi apresiasi.

Baca:  Kunjungi Perumdam, Bupati Mundjidah ; Terus Berinovasi dan Beri Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan

“Karena ini sudah jadi isu lama yang beredar. Dan hasilnya sangat ditunggu oleh masyarakat Jombang. Bagaimanapun ini harus diselesaikan cepat,” jelasnya.

Apalagi, kasus ini juga sudah masuk ke tahap penyidikan di kejaksaan. Sehingga kasus ini, akan jadi sorotan masyarakat Jombang.

“Seperti kasus Koni kemarin, Kejari bisa menguak, kasus yang ini juga seharusnya bisa. Saya mendukung segala tindakan terlebih sudah masuk ke ranah penyidikan,” beber pria yang akrab disapa Gus Sentot ini.

Sebelumnya Indikasi Korupsi Proyek Pengadaan Perpusdes tercium oleh Kejari Jombang, hingga akhirnya tim penyidik Kejari menggeledah distrubutor pengadaan buku.

Kasi Pidana Khusus Kejari Jombang, Salahuddin, menjelaskan, penggeledahan di kantor percetakan ini dilakukan karena diduga adanya permainan dalam pemenabg tender yang kemudian, penyidik mengambil barang- barang yang nantinya akan dijadikan barang bukti.

Baca:  Ketua LPPA: Tingginya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Jombang, Tamparan Keras Bagi Penyandang Kota Layak Anak

“Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan sejak 8 Januari tahun ini. Beberapa barang bukti seperti dokumen pengadaan terkait, berkas dokumen badan hukum dan pendirian CV,” terangnya.

Dugaan kasus korupsi dari proyek yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) ini sudah masuk dalam penyidikan tim penyidik Kejari. Salahuddin melanjutkan, dugaan adanya Indikasi korupsi ini ada satu orang yang rupanya mengelola tiga CV.

“Ketiga CV tersebut yang mengerjakan proyek. Tapi dikelola satu orang saja. Seolah proyek ini dilerjakan tiga CV, padahal dikelola satu orang,” ujarnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 30 saksi dari berbagai unsur. Meliputi pemerintah desa yang mengajukan Perpusdes, pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang.

Baca:  Ronny Wahyono Kembalikan Formulir Bacabup Pacitan ke DPC Partai Demokrat Diantar Ratusan Masa Pedukungnya

Dalam dugaan kasus korupsi ini, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 300 juta. Meski begitu, tim penyidik belum menentukan tersangka, pendalaman kasus akan dilakukan lebih lanjut.

“Belum ada ada tersangka, proses penyidikan akan dilakukan lebih lanjut,” pungkasnya. (GIT)