Asyik Mancing Dua Warga Ngawi Terseret Banjir, Satu Orang Ditemukan Meninggal

NGAWI, KANALINDONESIA.COM: Asyik memancing dua orang warga Dusun Duwet, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi terseret banjir arus sungai di Dusun/Desa Mendiro, Kecamatan Ngrambe,, Ngawi, Minggu(24/01/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Satu korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, namun satu lagi hingga malam ini tadi belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Ngrambe AKP Budianto kepada sejumlah awak media menerangkan, dua orang pemancing tersebut awalnya berteduh dibawah jembatan sungai di lokasi kejadian bersama empat orang rekannya saat hujan. Mendadak sungai banjir lantas para pemancing berusaha menyelamatkan diri ke atas jembatan.

“Awalnya ada empat orang pemancing asal Desa Jagir berteduh dibawah jembatan. Ketika banjir datang mereka menyelamatkan diri ke atas jembatan namun saat bersamaan korban atas nama Karno jatuh terpeleset ke sungai dan terbawa arus banjir,” terang AKP Budianto, Minggu, (24/01/2021).

Baca:  Enam Orang Positif Rapid Test dari Ratusan Jamaah Shalat Tarawih di Sidoarjo

Ungkapnya, melihat Karno (32) terbawa arus banjir kontan saja Heru Setiawan (27) berusaha menolong korban. Nahas Heru Setiawan malah ikut terseret derasnya banjir sungai saat itu juga. Melihat dua rekannya terbawa banjir, Jumari dan Wahyudi meminta tolong kepada warga sekitar.

Beberapa saat kemudian anggota kepolisian bersama TNI demikian juga tim SAR gabungan melakukan penyisiran. Saat dilakukan pencarian korban atas nama Heri Setiawan sekitar pukul 14.10 WIB berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal. Tubuh korban yang satu ini tersangkut kayu dengan radius 350 meter dari lokasi kejadian awal.

“Baru satu korban berhasil ditemukan dan korban atas nama Karno masih hingga malam ini belum diketahui nasibnya. Saat ini kita bersama relawan melakukan pencarian terus sampai korban ditemukan,” tandas Budiono.

Baca:  PDIP Masih Sembunyikan Bakal Calon Gubernur Jatim

Terpisah Joko Tris Koordinator Operasi SAR membenarkan keberadaan satu korban belum ditemukan. Meski demikian pihaknya tetap melakukan pemantauan di dua titik sekitar lokasi kejadian hingga jarak 1 kilometer. Guna mempercepat operasi pencarian korban ungkap Joko pihaknya juga melibatkan Basarnas..