Kejari Ponorogo Panggil Sejumlah Kepala Sekolah Terkait BKSM

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo memanggil lima kepala sekolah untuk dimintai keterangan terkait dugaan adanya penyimpangan penyaluran Bantuan Khusus Siswa Miskin(BKSM) tahun 2019 dan tahun 2020, Senin(25/01/2021).

Kelima kepala sekolah tersebut yaitu dua kepala sekolah SDN dari Kecamatan Babadan dan tiga kepala sekolah dari wilyaah Kecamatan Badegan.

Pihak penyidik Kejaksaan melontarkan 10 pertanyaan kepada salah satu kepala sekolah terkait proses bantuan BKSM tahun 2019 dan tahun 2020.

Salah satu kepala sekoah dasar tersebut mengaku di tahun 2019, sekolahanya hanya menerima bantuan sebanyak 130 barang, yakni berupa alat tulis dan sepatu, dan itupun pihak sekolah hanya menerima uang, selanjutnya disetorkan ke pihak koperasi dan diganti barang.

Baca:  Ratusan Massa Ormas Islam Demo Mapolres Pamekasan Tolak Pemanggilan Habib Rizeiq

Dalam tahap penyelidikan kasus ini, kejaksaan meminta kepada kepala sekolah untuk menyerahkan semua berkas penganggaran BKSM termasuk proses awal cara pencairan,  yang anggaranya tidak masuk ke rekening siswa, namun langsung ke pihak sekolahan.

Dalam keterangannya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Ahmad Affandi mengatakan,”hari ini memanggil 5 kepala sekolah SD untuk dimintai keterangan terkait BKSM,”ucapnya.

Rencanaya besuk kejaksaan juga akan memanggil sejumlah kepala sekolah tingkat SMP untuk dimintai keterangan seputar BKSM.

Perlu diketahui, bantuan BKSM tahun 2019 dan tahun 2020 senilai miliaran rupiah ini seharusnya diterima siswa berupa uang senilai Rp175 ribu melalui rekening virtual, namun dalam pelaksaanya hanya diganti barang berupa tas dan sepatu yang diperkirakan harganya lebih murah dari pasaran.

Baca:  HUT ke 47 PDIP, Mlaku Bareng BMI Merahkan Ponorogo

“Dan saat ini Kejaksaan Negeri Ponorogo terus melakukan penyidikan untuk kekuatan hukumnya, alat bukti dan kerugian negara. Tentunya nanti juga akan memanggil saksi lagi baik dari SMP maupun Dinas terkait,”tukasnya.(Amar_kanalindonesia.com)