Praktisi Hukum Vena Naftalia Anggap Hukuman Pidana dan Denda Untuk Penolak Vaksin Covid-19: Kurang Tepat Sasaran

Vena Naftalia, Instagram (ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tolak divaksin akan dikenakan sanksi pidana. Pernyataan dari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Edward Hiariej tersebut menjadi polemik bagi masyarakat hingga menimbulkan pro dan kontra pun bermunculan.

Salah satunya ialah Vena Naftalia, SH, selaku praktisi hukum asal Kota Surabaya. Ia menganggap sanksi hukuman pidana bagi penolak vaksin bukan menjadikan solusi baik atau kurang tepat.

Menurutnya, apabila penerapan sanksi tersebut diberlakukan, maka akan memberatkan beban dan semakin banyak anggaran yang dikeluarkan negara.

“Kenapa penolak divaksin harus dihukum pidana? Masih banyak kok pelaku pidana yang lain. Kalau pun sanksi itu diterapkan itu bukan solusi yang tepat,” ucap Vena kepada Kanalindonesia.com, Senin (25/1/2021).

Vena Naftalia mengatakan, dengan cara membawa langsung bagi para penolak vaksin turun langsung ditengah-tengah pasien yang terpapar Covid-19 menjadi solusi, bahwa pentingnya di vaksin untuk menambah kekebalan imun tubuh.

Bukan hanya itu saja, praktisi hukum yang berkantor di Jalan Embong Malang Surabaya juga menilai denda dibebankan untuk penolak vaksin juga kurang efesien bagi kalangan menengah keatas.

“Daripada dikenakan denda, mending suruh mereka terjun langsung untuk dapat melihat betapa tragisnya virus corona merenggut nyawa orang lain. Apalagi jika orang yang berduit, pasti gak masalah untuk bayar tapi gak efisien. Karena tidak menyadari akan arti pentingnya vaksin. Pemerintah harus mikirkan itu,” kata Vena.

Selain itu, masih kata Vena, jaminan apa yang diberikan pemerintahan kepada masyarakat setelah divaksin. Seperti beberapa gejala yang dialami pasca vaksin, seperti panas dingin yang berkepanjangan.

“Nah ini juga penting, apa langkah jaminan pemerintah untuk masyarakat pasca divaksin. Karena imun tubuh manusia berbeda-beda. Itu yang harus difikirkan matang-matang agar masyarakat itu yakin untuk divaksin,” terang Vena.

Saat dintanya soal kewajiban vaksinasi sinovac, Vena Naftalia pun dengan tegas menjawab setuju dengan program pemerintahan yang sedang berupaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Saya setuju kalau untuk divaksin. Karena itu langkah pemerintah agar masyarakatnya sehat dan terbebas dari virus corona. Saya sebagai warga negara yang baik siap mendukung program pemerintah,” tutur Vena. Ady