Ditkrimsus Polda Jatim Berhasil Membongkar Prostitusi Online Anak Di Bawah Umur

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Ditkrimsus Polda Jatim berhasil ringkus mucikari prostitusi online. Tersangka menjajakan wanita tuna susila (WTS) melalui jejaring sosial Facebook.

Dari penyelidikan Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat adanya praktik prostitusi online yang meresahkan. Dan selalu memboking hotel yang ada di Surabaya. Untuk kencanya.

“Setelah memperoleh informasi itu, langsung anggota kami perintahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, kami berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti HP yang berisi percakapan yang mengarah ke kasus prostitusi,” kata Zulham Effendy, Selasa (26/1/2021).

Dalam aksinya, lanjut Zulham, tersangka menawarkan para wanita yang rata-rata masih di bawah umur melalui Facebook dan Whatsapp dengan nama grup “Beragam Kreasi Jatim” serta menggunakan aplikasi Michat untuk para customer,”lanjut Zulham.

Baca:  Fraksi Demokrat DPRD Jatim Perjuangkan Penambahan Insentive Untuk Tenaga Medis Tangani Covid-19 Disiapkan di APBD

“Di aplikasi tersebut, tersangka juga mencantumkan nomor teleponnya agar mudah di hubungi pria hidung belang,”sambung Zulham.

Menurut data kepolisian, identitas tersangka adalah AP Tersangka (22 th). Warga Dusun Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Ia mengaku, kalau dirinya menjual gadis di bawah umur, Dan untuk sekali kencan tersangka menawarkan pada customer dengan harga 500 sampai 2 juta rupiah.

“Sekali kencan saya patok harga 500 ribu hingga dua rupiah, saya cuman mengambil keuntungan 20 persen sisa sewa kamar,” kata tersangka, pada wartawan saat konferensi pers di Mapolda Jatim.

Dari peristiwa yang terjadi AP (22th). Nadia dan Safitri (gadis di bawah umur yang di jajakan) di amankan di Mapolda Jawa timur, untuk pengembangan proses lebih lanjut.

Baca:  Risma Kunjungi Lokasi Banjir di Bandarkudngmulyo Jombang, Berikan Bantuan Logistik Peralatan Bayi

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, KTP an. AP, 1 unit HP merek Azus, tipe Z012DB warna hitam, IMEI 1: 357061070490082, IMEI 2: 357061070490090 simcard XL 087758219xxx, 1 unit HP merek Xiomi model Redmi note 9 warna hitam IMEI 1: 863883050390967 IMEI 2 863883050390975 simcard 1 XL 083848739xxx dan Sim card 2 simpati 082120173947

Untuk tersangka AP di jeratdengan pasal 296 KUHP tentang prostitusi dengan ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan dan UU ITE pasal 45 UU N0. 19/2016 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda 1 milyar rupiah.(Irwan_kanalindonesia.com)