Ditemukan Kentang Busuk di Sejumlah Bungkusan Paket Program BPNT di Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Ditemukan kentang dalam kondisi sudah busuk di sejumlah bungkusan paket Program BPNT yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jombang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tepatnya di agen e-warung Desa Sentul, terdapat paket bantuan BPNT yang diduga tidak layak dikonsumsi KPM. Tampak salah satu komoditi bantuan, berjenis kentang yang akan diberikan pada KPM, dalam kondisi busuk.

“Ada yang busuk, biasanya kentang itu tidak banyak, cuman satu dalam satu bungkus kentang,” ungkap JK (56), KPM asal Desa Sentul.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika ia selama ini sudah 6 kali menerima bantuan paket BPNT, yang berupa telor, beras, ayam, kacang hijau dan kentang. Namun, dari beberapa komoditi bantuan tersebut, hanya jenis komoditi kentang yang sering busuk. “Ini dapat telor, ayam, kacang hijau, beras, terus kentang. Biasanya yang busuk kentang, dan itupun cuman satu. Ya cuman kentangnya aja busuk satu,” kata JK.

Meski sudah beberapa kali menerima kentang busuk, ia mengaku tak mau mengeluh. “Sudah dibawa ke rumah ya gak ditukar. Ya diterima aja. Saya ini gak mengeluhkan telur, cuman kentangnya aja cuman satu,” tukas JK.

Baca:  Belasan Warga Ngoro Jombang Korban Kecelakaan Laut, Camat Ngoro : Korban Meninggal Sudah Datang dan Langsung Dimakamkan

Dikethui, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur secara bertahap mulai disalurkan ke para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dari data yang dihimpun, pada hari Rabu (27/01),  sedikitnya ada 11 agen e-warung yang telah menyalurkan BPNT di wilayah Kecamatan Tembelang.

Sementara itu, pemilik agen e-warung, NR (50) mengatakan jika ada komoditi yang rusak, biar pun satu butir. Pihaknya akan melakukan penggantian, sehingga KPM tidak akan mendapatkan komoditi yang tidak layak.

Meski begitu, ia mengaku jika hanya kali ini ia mendapati komoditi kentang banyak yang rusak. “Kalau ada barang yang rusak, walaupun satu butir akan diganti. Kalau ada kelebihan atau kekurangan akan laporan. Ya hari ini kentangnya ada banyak yang busuk,” paparnya.

Baca:  Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek, Menjadi Momen Terakhir Emil Dardak di Trenggalek

Usai mendapati komoditi yang rusak, NR mengaku akan mengganti barang tersebut terlebih dahulu. Baru setelah dilaporkan ia akan mendapat ganti dari supliyer. “Saya yang ganti dulu baru diganti atasan, setelah dilaporkan. Dapat gantinya,” tegasnya.

Perlu diketahui, jika di agen e-warung NR, terdapat 201 KPM yang menerima bantuan. Namun pada bulan Januari ini jumlahnya berkurang.

“Kemarin 201 sekarang ada pengurangan tinggal 184 kalau gak salah,” pungkasnya.

Terpisah, pendamping TKSK Kecamatan Tembelang, Heri mengatakan jika dari 6 agen e-warung yang ada di wilayah Kecamatan Tembelang, memang terdapat komoditi kentang yang rusak. Namun, ia mengaku jika jumlahnya tidak banyak.

“Hanya sebagian kecil, dari 6 agen ini hanya ada 2 bungkus, itu pun hanya satu butir, dua butir kentang yang busuk,” ucapnya.

Dengan adanya temuan tersebut, Heri mengaku sudah mengintruksikan pada agen e-warung agar, dikembalikan ke supliyer. Sehingga tidak ada KPM yang menerima kentang busuk.

Baca:  Tipu Pengusaha Beras, Seorang Warga Kabuh Diamankan Satrekrim Polres Jombang

“Itu sudah saya intruksikan untuk diretur. Kentang dalam bungkusan yang busuk itu jangan diberikan ke KPM, kemudian kordinasikan pada supliyer untuk mengganti,” ungkapnya.

Saat ditanya adanya komiditi kentang busuk ini apakah sering ia temukan di agen e-warung. Ia menyebut jika komoditi kentang busuk ini memang sering sekali ia temukan di agen e-warung ketika pendistribusian BPNT berlangsung.

“Sering sih, artinya beberapa bagian kecil itu memang ada. Seperti kentang rusak, itu ada. Tapi kita juga memaklumi jika ini memang proses pendistribusian, pengiriman. Tetapi kita sudah mengintruksikan ke agen jika ada kerusakan barang jangan diberikan ke KPM, tapi dikembalikan ke supliyer,” paparnya.

Ia menjelaskan jika memang ada komoditi rusak yang terlanjur diterima KPM, ia meminta agar KPM menukar di agen dengan komoditi yang baik dan layak untuk dikonsumsi. “Walaupun itu sudah diterima KPM, kalau barangnya rusak itu untuk dikembalikan ke agen,” pungkasnya.(elo)