Diduga Depresi, IRT di Tunggorono Jombang Ditemukan Gantung Diri

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Diduga depresi, Umi Kholilisoh (36) seorang ibu rumah tangga di Dusun Tunggorono, Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di lantai dua rumahnya, Rabu(27/1/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui pertama kali oleh saksi Sampinah (70) yang ketika itu sedang memanggil Umi dari lantai bawah rumahnya, untuk turun dan makan. Namun tidak ada jawaban dari Umi.

“Saat itu Sunarianto (Suami korban) melihat korban terakhir pukul 06.00 WIB, kemudian pamit untuk berangkat kerja ke Nganjuk. Setelah itu saya mememanggil korban dari lantai bawah untuk turun karena sudah waktunya makan pagi namun tidak ada jawaban,” ucapnya Sampinah.

Baca:  Kades Desa Bugasur Kedaleman, Pernah Didatangi Oknum Yang Mengaku dari LSM KPK

Setelah, memanggil berkali-kali belum juga ada jawaban membuat Sampinah mengecek kelantai atas lantai 2 rumah Umi dan Sampinah melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali tambang warna hijau yang dikaitkan di kayu balok kuda-kuda atap diruang lantai atas bagian tengah.

Selanjutnya Sampinah meminta tolong tetangga, bahwa Umi tewas gantung diri. selanjutnya Kapolsek Jombang bersama Anggota serta Anggota Identifikasi Polres Jombang dan Dokter Puskesmas Pembantu Desa Tunggurono datang ke TKP dan melakukan olah TKP.

“Setelah melakukan olah TKP dengan cara mengukur panjang tali sekitar 145 sentimeter, jarak tanah ke jengkal kaki 6 sentimeter, tinggi keseluruhan dari tali ke tanah sekitar 3 meter. Lebar tembok dari sebelah kanan korban 124 sentimeter, lebar tembok dari sebelah kiri korban 170 sentimeter dan keluar kotoran dari kemaluan, bekas luka akibat tambang dileher,” kata AKP Moch Wilono, Kapolsek Jombang Kota.

Baca:  Tiga Paslon Pilbup Jombang, Sampaikan Visi Misi di DPRD

Pihak polsek Jombang kota memberi kesimpulan, Umi tewas akibat gantung diri dari ketinggian 3 meter, dikarenakan mengalami depresi atau gangguan jiwa. Hal ini diperkuat dengan temuan resep dari dr. Felix Kentjono Nganjuk dan pernah berobat ke RS Menur Surabaya.

“Korban ini juga pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya dengan cara menceburkan diri kesumur namun diselamatkan oleh warga. Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan dan benar bahwa korban mengalami gangguan jiwa,” jelas Kapolsek.

Ditemukannya resep dari dokter spesialis jiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Jombang guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan meminta untuk tidak di lakukan otopsi jenazah dan akan segera membawa pulang untuk dimakamkan keluarga ke Kediri tepatnya di Desa Kempleng Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri untuk dimakamkan keluarga,” pungkasnya.(GIT)

Baca:  Akibat Lanina, Tanaman Padi di Jombang Diserang Werang