Jaksa Tuntut Gilang Fetish Kain Jarik 8 Tahun Penjara

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kasus fetish kain jarik dengan terdakwa Gilang Aprilian Nugraha kini memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana menuntut terdakwa Gilang selama 8 (delapan) tahun penjara.

Amar tuntutan dibacakan JPU dari Kejari Tanjung Perak dalam persidangan di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara daring (online), Rabu (27/1/2021).

Menurut JPU Willy, dalam perkara ini terdakwa Gilang terbukti bersalah dan melanggar Pasal 335 ayat 1, Pasal 289 KUHP, Pasal 45 ayat 4 Jo. Pasal 45b UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 82 Jo. Pasal 76 E Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gilang Aprilian Nugraha, dengan pidana penjara selama delapan tahun dan pidana denda sebesar Rp50 juta subsidiair 6 bulan kurungan,” kata JPU Willy dikutip Kanalindonesia.com, Rabu (27/1/2021).

Sedangkan Iko Kurniawan selaku tim kuasa hukum terdakwa Gilang mengaku bahwa pihaknya merasa keberatan dan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang selanjutnya.

“Kami mengajukan pembelaan Yang Mulia,” ujar Iko.

Saat ditemui usai persidangan, Iko mengatakan bahwa kliennya sama sekali tidak pernah menyebarkan konten asusila di media sosial, sehingga tuntutan jaksa dianggap tidak berdasar.

“Terdakwa sama sekali tidak pernah meng-upload dan sudah terbukti di persidangan,”terangnya.

Sedangkan terkait perlindungan anak, Iko menjelaskan, bahwa korban Gilang juga sudah cukup umur saat kejadian. Pasalnya, korban-korbannya sudah berstatus mahasiswa baru dan tidak bisa disebut lagi di bawah umur karena usianya sudah cukup.

“Kalau menurut jaksa korban saat kejadian masih di bawah umur, kami juga punya bukti yang akan kami sampaikan dalam pleidoi,” tandasnya. Ady