Hari Jum’at, Perbanyak Sholawat dan Istighfar

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Hari Jum’at memiliki banyak keistimewaan dibandingkan hari biasa lainnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW, sangat memuliakan hari Jumat.

Rasulullah bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” (H.R Muslim).

Guna melengkapi istimewanya hari Jum’at, ada beberapa amalan sunnah maupun wajib yang dijalankan umat Islam. ketua PC LTMNU (Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama) Jombang, Moh Makmun, menjelaskan beberapa anjuran amalan tersebut diantaranya.

Perbanyak Sholawat.

“Perbanyak istighfar baca shalawat. Paling tidak istighfar 100 kali, shalawat 100 kali. Berdasarkan hadis rasulullah,” bebernya, saat dihubungi pada Jum’at (29/1/2021).

Baca:  Oknum Perangkat Cabul di Desa Kedungotok Jombang, Diminta Mundur Warganya

Seperti yang sudah diriwayatkan dalam. hadits nabi sebagai berikut.

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro; hasan lighairihi).

Membaca Surat Yasin.

“Dalam sebuah riwayat ada beberapa yang menjabarkan amalan untuk hari Jum’at, membaca Surat Yasin dan Al Kahfi. Kalau malam jumat baca surat yasin, al kahfi dan sajadah. Sedangkan amaliah rasul di hari jumat biasanya silaturahim, menjenguk orang sakit,” paparnya.

Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr).

Baca:  Tolak Eksplorasi Migas PT Lapindo, Warga Desa Blimbing Pasang Spanduk

Berdoa sepanjang waktu.

“Pada hari ini (Jumat) ada waktu yang mulia yang mana doa akan dikabulkan secara mutlak dan waktu tersebut disamarkan pada keseluruhan hari itu seperti halnya yang diungkapkan oleh Al-Imam Al-Ghazali dan selainnya.” (Al-Alamah Abi Bakr bin Al-Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz.2, hal. 63, Dar Al-Fikr.

Membaca surat Al-Kahfi.

Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat.” Hadits diriwayatkan dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim.

Mandi sebelum ibadah Sholat Jum’at.

Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun.” (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Baca:  Sebar Berita Hoax Pasien Covid-19 di RSUD dr Soetomo, Ibu Rumah Tangga di Wonokusumo Surabaya Masuk Bui

“Sedangkan ulama-ulama kita, biasa berziarah ke makam orang tua atau ulama di hari Jumu’ah. Ini dijelaskan di kitab Ar Ruh karya Ibn Qayyim Al Jauziyah,” tukasnya.(GIT)