Terlibat Ilegal Logging, Dua Warga Sampung Ponorogo Dicokok Polisi

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kepolisian Sektor (Polsek) Sampung  berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku kasus pencurian kayu (illegal logging) di petak 61 C.2. RPH Sampung BKPH Sampung wilayah kerja KPH Madiun turut Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Dari kasus illegal logging tersebut, petugas mengamankan KAR(41) warga Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Petugas melakukan pengembangan kasus bahwa kayu jati hasil curian oleh pelaku dengan barang bukti 1 (satu) buah gergaji panjang 50 cm gagang terbuat dari kayu, telah dijual kepada SUG (44) yang juga warga Dukuh Janti, Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Kayu jati hasil curian tersebut oleh SUG telah digergaji berbentuk kayu olahan dengan berbagai ukuran berupa 1 batang kayu jati bahan gawang ukuran 110x7x14cm, 2 batang kayu jati bahan gawang ukuran 120x7x14xm, 42 batang usuk kayu jati ukuran 200x4x6cm, 30 reng kayu jati ukuran 200x2x4cm, 1 batang kayu jati bahan gawang ukuran 100x7x14cm, 2 batang kayu jati ukuran 110x7x14cm,  1 batang kayu jati bahan gawang ukuran 110x7x14cm, 4 ram pintu kayu jati ukuran 210x3x10cm, 14 papan/blabak kayu jati ukuran 100x2x15cm.

Baca:  Bupati Sumenep Pilih Penambahan Landasan Pacu Pesawat di Bandara Trunojoyo

Kayu yang telah diolah tersebut oleh SUG dijual kepada saksi AS yang dilengkapi dengan 1  lembar surat kayu dari UD Jati Makmur Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Kapolsek Sampung Iptu Marsono mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku bermula dari laporan petugas Polter Perhutani melaksanakan tugas patroli pengamanan hutan yang mengetahui telah terjadi pencurian kayu hutan kemudian melaporkan kepada Polsek Sampung.

Mendapati laporan tersebut, petugas langsung mengecek TKP dan selanjutnya melakukan penyelidikan pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 sekira pukul 10.00 WIB dan tersangka KAR dibawa ke TKP penebangan pohon didalam kawasan hutan untuk menunjukan tunggak pohon jati yang ditebang. Sampainya di TKP ditemukan beberapa gelondong kayu jati sisa pencurian, kemudian tersangka KAR diintrogasi dan mengakui seminggu yang lalu pernah memungut kayu jati sisa pencurian sebanyak 10 gelondong dan telah dijual kepada tersangka SUGI, yang kemudian oleh SUG kayu tersebut digergaji dan dibentuk olahan dan dijual kepada saksi AS yang pengangkutannya dilengkapi surat dan dijadikan satu dengan kayu jati olahan hasil membeli dari warga.

Baca:  DPRD Trenggalek Segera Bahas Ranperda tahun 2020

Sekira pukul 13.00 WIB, bersama dengan petugas Perhutani melakukan pencarian barang bukti kayu jati di rumah saksi AS dan ditemukan kayu jati olahan yang diduga hasil dari dalam kawasan hutan sebagaimana tertera di barang bukti.

Atas temuan tersebut tersangka SUG mengakuinya bahwa kayu jati olahan tersebut hasil membeli dari tersangka KAR yang di peroleh dari dalam kawasan hutan.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Sampung guna penyidikan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut pihak Perhutani mengalami kerugian Rp4.600.000,-

Lebih lanjut Iptu Marsono mengatakan,”akibat perbuatannya tersebut, kedua pelaku terjerat sesuai dengan pasal mengeluarkan, membeli, menjual dan atau memiliki kayu yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83, 87, ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,”pungkas Kapolsek Sampung.

Baca:  Harapan Petani, Ketika SBY Datang Untuk Panen Raya di Sungegeneng