Jual Wanita Dibawah Umur Berkedok Reseller di Facebook, Pria Asal Mojokerto Diamankan Siber Polda Jatim

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Praktik prostitusi online dengan wanita dibawah umur di Mojokerto berhasil diungkap Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim. Satu tersangka berinisial OS (38), warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto, Jatim turut diamankan.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo saat memimpin rilis menjelaskan dalam kasus ini bagian perekrut para korban sebagai Reseller yang didominan masih dibawah umur. Usia korban mulai dari 14 sampai 16 tahun.

“Dimana rata-rata korban yang di rekrut ini masih pelajar SMP dan SMA. Kemudian nanti mereka (korban) ditawarkan pelaku melalui media sosial WhatsApp (WA) dan juga Facebook,” terang Brigjen Pol Slamet kepada awak media di Mapolda Jatim, Senin (1/2/2021).

Sedangkan modus yang digunakan untuk melancarkan aksinya, yaitu pelaku OS membuka sewa kos harian. Pelaku menjalankan bisnis esek-esek ini sudah berlangsung sejak dua tahun.

“Reseller tersebut diminta membuat akun Facebook dan WhatsApp dan bergabung di grup Facebook bernama ‘Info Kos dan Kontrakan area Mojokerto’ dan ‘Info Kos dan Kontrakan Mojokerto, Ngoro dan Pasuruan’,” katanya.

Setelah ada calon penyewa, transaksi dialihkan ke media sosial WhatsApp. Untuk tarif esek-esek sendiri, pelaku OS membandrol sekitar Rp250 sampai Rp650 ribu. Untuk anak-anak dibawah umur, OS menjual dengan tarif hingga jutaan rupiah.

“Tersangka pernah menjual wanita panggilan usia pelajar kelas 8 SMP dengan tarif Rp1,3 juta,” papar Brigjen Slamet.

Dari hasil penangkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa 4 (empat) buah ponsel, uang tunai Rp1,3 juta dari saksi korban berinisial Mawar.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, polisi menjerat perbuatan OS dengan Pasal 27 ayar 1 Jo. Pasal 45 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang Prostitusi Daring. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda sebanyak Rp1 miliar. Ady