Tiga Budak Narkoba Asal Ketapang Diringkus Polres Sampang

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: Tiga pelaku budak narkoba di wilayah hukum Polres Sampang berhasil dibekuk. Mereka adalah (berinisial) HS (27) sebagai kurir sabu, MJ (25) sebagai pengedar dan satu lagi sebagai suruhan yakni AH (22). Ketiganya warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim.

Ketiga pelaku yang berasal dari Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura ini diringkus petugas Satresnarkoba Polres Sampang di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Tlabang.

Menurut Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz, pengungkapan kasus peredaran narkoba tersebut berawal dari hasil penyelidikan pada tanggal 29 Januari 2021. Dimana adanya laporan bahwa di wilayah Ketapang Daya dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu.

“Pada saat hendak melakukan transaksi, para pelaku memilih di tempat sepi. Atau usai sholat Jum’at,” terang AKBP Abdul Hafidz didampingi Kapolsek Ketapang, AKP Achmad Rakhatullah Dwi Nugroho di Mapolres Sampang, Senin (1/2/2021).

Sedangkan AKP Achmad Rakhatullah Dwi Nugroho menambahkan setelah digerebek, petugas menemukan barang bukti berupa sabu seberat 42 gram dari tangan tiga pelaku.

“Ketika kami masuk ke dalam rumah yang digunakan tempat transaksi itu, para pelaku tanpa perlawanan saat kami tangkap,” katanya.

Lebih lanjut, AKP Achmad Rakhatullah Dwi Nugroho menyampaikan, setelah berhasil diamankan, ternyata HS merupakan mantan TKI yang baru pulang dari Negeri Jiran Malaysia.

Alasan HS menjadi TKI lantaran khawatir diringkus oleh polisi karena sebelumnya dia juga berprofesi sebagai kurir sabu dan kebetulan rekannya tertangkap.

“HS bekerja di Malaysia selama tiga tahun, bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan kepulangannya dalam rangka ibunya meninggal dunia,” tuturnya.

“Setelah dua bulan berada di rumah, HS bertemu dengan teman lamanya dan baru kembali menjadi kurir sabu,” imbuhnya

Sementara, akibat perbuatan dari ketiga tersangka, disangkakan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Tersangka terancam hukuman pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya. Ady