Begini Kondisi Korban Sebelum Ditemukan Tewas, Kapolres Sampang: Kekasih Jadi Pelaku Utama

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: Motif dari kasus penemuan mayat kelamin wanita di area perbukitan Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura akhirnya terungkap. Ternyata gadis berinisial ZK (16) ini dibunuh oleh kekasihnya sendiri, lantaran mengetahui hamil 3 bulan dari hubungan gelap.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz menjelaskan dari pengakuan pelaku yang masih remaja berinisial IS (17), enggan diminta pertanggungjawabkan oleh korban, yang sedang hamil muda.

Diketahui, anak yang dikandung korban tersebut adalah hasil hubungan badan layaknya suami istri dengan pelaku IS.

“Jadi motif dari pembunuhan ini ialah asmara, karena korban meminta pertanggungjawaban pacarnya (pelaku),” kata AKBP Abdul Hafidz saat gelar rilisi di Mapolres Sampang.

Dari penyelidikan kasus ini, IS tidak sendiri saat melakukan aksi kejinya. Ia dibantu rekannya, P (16), yang merupakan tetangga korban.

“Kedua tersangka sudah kita amankan di mapolres,” katanya menegaskan.

Sekedar diketahui, sebelum mayat ditemukan oleh warga Rabu (27/1/2021) lalu, gadis belia tersebut dikabarkan hilang dan sempat dilakukan pencarian oleh keluarganya.

Lantas sekitar sembilan hari kemudian, warga digegerkan dengan penemuan mayat dengan ciri-ciri mirip korban.

Sontak pihak keluarga mendatangi lokasi dan ternyata benar bahwa mayat yang ditemukan tersebut yakni inisial L dalam kondisi telanjang serta ditemukan seragam sekolah dan dua botol minuman bersoda.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subs Pasal 338 KUHP jo pasal 55 ke 1 KUHP atau Pasal 80 ayat (3) UU RI No.17 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 01 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara. Ady