19 Warga Jatim Jadi Korban Terorisme Sejak Bom Bali 1 Terima Kompensasi Dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Didampingi Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan kompensasi kepada 19 warga Jatim yang menjadi korban terorisme masa lalu, terhitung sejak peristiwa bom Bali I.

Penyerahan kompensasi tersebut berdasarkan Undang-Undang No 5 Tahun 2018 dan PP No 35 Tahun 2020. Langkah akseleratif ini dilakukan LPSK sejak Agustus-Desember 2020.

Dalam kurun waktu tersebut, LPSK telah berhasil mengindentifikasi dan menetapkan 215 orang sebagai korban peristiwa terorisme masa lalu baik yang berstatus sebagai korban langsung maupun ahli waris. Di mana 19 di antaranya adalah warga Jatim. Mereka berdomisili di Surabaya.

Menurut Susilaningtias, 19 orang ini merupakan korban dari beberapa aksi terorisme. Antara lain 5 orang korban dari peristiwa Bom Bali I, 1 orang korban peristiwa Bom JW Marriott, 4 orang korban peristiwa Bom Polrestabes Surabaya, 3 orang korban peristiwa Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), 4 orang korban GPPS, dan 2 orang korban peristiwa Bom Gereja DKI Diponegoro.

Total jumlah kompensasi yang diberikan oleh Negara melalui LPSK di Wilayah Surabaya senilai Rp 3.295.000.000 atau Rp 3,29 miliar.

Besaran ganti rugi bagi korban meninggal dunia sebesar Rp 250 juta per orang, korban luka berat menerima Rp 210 juta per orang, korban luka sedang Rp 115 juta per orang dan korban luka ringan Rp 75 juta per orang.

“Seluruh korban terrorisme merupakan tanggung jawab Negara,” jelas Susi saat menyerahkan kompensasi di Hotel Santika Premier Surabaya, Selasa (2/1/2021).

Susi mengatakan, kompensasi ini akan terus dilakukan hingga Juni 2021 mendatang. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban aksi terorisme untuk segera mengajukan permohonan kompensasi sebelum batas waktu tersebut berakhir. Untuk informasi lebih lanjut terkait mekanisme dan persyaratan pengajuan kompensasi bisa menghubungi LPSK melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0857-7001-0048.

“Sebelum adanya Undang-Undang No 5 Tahun 2018, penderitaan korban amatlah berat. Jumlah korban terorisme masa lalu sangat banyak terdata mencapai sekitar 1100 orang,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, bagi korban terorisme yang masih menjalani recovery fisik akan mendapatkan layanan kesehatan gratis.

“Pemprov punya beberapa rumah sakit di Surabaya dan siap memberikan fasilitasi dan tentu free of charge. Sekali lagi free of charge,” ungkap Khofifah.

Harmoni persaudaraan guyub rukun penuh damai tersebut, lanjutnya, sebagai bukti Negara hadir dengan memberikan hak-hak kepada korban terorisme. Ady