Lapak Digeser, Pedagang Pasar Legi Kirim Surat ke Kejagung dan Kapolri

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pengurus Pedagang kios Pasar Legi Ponorogo mengirimkan surat ke sejumlah lembaga tinggi negara yang diantaranya ke Kapolri dan Kejagung untuk mengadukan nasib mereka terkait pembagian kios Pasar Legi, Rabu (03/02/2021).

Pengiriman surat melalui kantor Pos Ponorogo ke lembaga tinggi negara ini untuk mengadukan nasib terkait janji pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mengembalikan lapak mereka terutama bagi pedagang lama.

Karena dari 44 pedagang lama, hanya disediakan 34 kios saja, itupun masih dikurangi 9 kios untuk 3 perbankan, 2 pedagang emas baru, 1 untuk kepolisian, 1 untuk kejaksaan dan 2 UMKM.

Atas hal tersebut, para pedagang mengirimkan surat ke Kementerian PUPR, Gubernur Jawa Timur, Kementerian Perdagangan, Ombusdman, Komisi III DPRRI, Kapolri dan Kejaksaan Agung.

Baca:  Longsor Banaran, Warga dan Tim SAR Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Dono juru bicara pedagang Pasar Legi mengungkapkan pengiriman surat ke lembaga tinggi negara ini dalam rangka menindaklanjuti perjuangan yang selama ini belum ada keputusan yang pasti.

“Meskipun, kita sudah diajak rapat koordinasi sebanyak 3 kali dan sudah kirim surat ke Muspida namun belum ada jawaban. Sehingga ditindak lanjuti dengan mengirimkan surat diantarannya ke Kementerian PUPR, Kapolri , Kejagung dan Komisi III DPRRI,”ucap Dono.

Lebih lanjut disampaikanya,“misi kita hanya nagih janji bu Kepala Dinas Perdagkum waktu akan relokasi itu. Bahwa prioritas pembangunan pasar ini adalah pedagang lama. Kita itu anak kandung, kita tidak ingin menguasai, kok koyo mafia saja menguasai,”pungkasnya.