Digoyang Isu Kudeta, Bunda Antie : Kami Sedang Solid Dipuncak Performa

SURABAYA KANALINDONESIA.COM Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, Sri Subiati memastikan jajarannya tetap solid meski sedang ramai soal isu kudeta yang melibatkan KSP Moeldoko. Bahkan, DPD Demokrat Jatim sedang berada di puncak performa di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Soal soliditas pengurus dan kader Partai Demokrat, saya pastikan seratus persen sangat solid,” kata Bunda Anti, sapaan akrab Sri Subiati, Rabu (3/2).

Menurut Bunda Antie yang juga Anggota Komisi E DPRD Jatim ini, selain Anggota Fraksi Demokrat DPRD jatim yang tak diragukan lagi kesolidannya, demikian pula fraksi-fraksi Demokrat di Kota Kabupaten di Jatim.

Menurut dia, puncak performa pengurus dan kader partai tidak hanya diakibatkan semangat kepemudaan yang dipancarkan AHY, tapi spirit yang digaungkan agar dekat dengan rakyat telah membuat pengurus dan kader terlecut semangatnya bahkan hingga ke akar rumput.

Baca:  Komisi II DPRD Trenggalek Minta Pasar Kelapa panggul Difungsikan

“Bukan karena semata aura dan spirit kemudaan yang dipancarkan oleh Pak AHY dan jajaran DPP Partai Demokrat saat ini, tapi karena isu dan gagasan yang digaungkan dan diinstruksikan agar Demokrat berkoalisi dengan rakyat ini memberi spirit yang sangat mengikat,” ucap dia.

Bunda Anti menegaskan isu kudeta tidak akan mempengaruhi soliditas partai. Ia menyarankan kepada siapa pun yang berniat mengacaukan soliditas partai untuk mengurungkan niatnya. Ia pun menilai perbuatan tersebut tak etis sebagai orang yang menjunjung tinggi Pancasila.

“Saya sarankan, jangankan untuk melakukan perbuatan tercela itu, berpikir pun sebaiknya jangan karena seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat saat ini sedang asyik bermesraan dengan rakyat,” ucap dia.

Baca:  Renville Antonio Lebih Sreg Pada Bayu Airlangga Sebagai Ketua

Untuk diketahui, Nama Moeldoko terseret dalam isu usaha pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari AHY. Selain Moeldoko, sejumlah kader dan eks kader Demokrat juga disebut terlibat. Di antaranya anggota Komisi V Fraksi Demokrat Jhoni Allen Marbun dan eks Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nang