Satgas Pusat Pimpin Koordinasi Posko Covid-19 Secara Nasional

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Satgas Penanganan Covid-19 bersama kementerian terkait telah melakukan rapat koordinasi dengan lurah dan kepala desa se-Indonesia di Graha BNPB Jakarta, pada Rabu (3/2/2021). Rapat membahas pembentukan Posko Tangguh Covid-19. Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang meminta penangangan Covid-19 hingga ke tingkat terkecil.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut Satgas di pusat bersama kementerian terkait akan memimpin koordinasi rutin seluruh posko secara nasional. “Kiranya dengan bantuan pemerintah daerah dan masyarakat, posko Covid-19 akan menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 di daerah, dan menjaga keberlangsungan upaya penekanan kasus Covid-19,” ujarnya dalam keterangan pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (3/2/2021) petang yang disiarkan kanal BNPB Indonesia.

Baca:  Presiden: UU Cipta Kerja untuk Reformasi Struktural dan Percepat Transformasi Ekonomi

Dalam perkembangan penanganan Covid-19, per hari ini ini angka kasus aktif sudah mencapai 175.236 kasus, dan angka kesembuhan sudah meningkat diatas 900 ribu. Dengan melihat perkembangan ini, diharapkan daerah terus meningkatkan penanganan Covid-19, dan lebih mampu mengendalikan penularan di daerahnya. “Sehingga secara nasional, Covid-19 bisa terkendali dengan baik,” pesan Wiku.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Taufik Majid, menegaskan kementeriannya mendukung dibentuknya posko-posko Tangguh Covid-19 di tingkatan desa dan Desa Tangguh Covid-19.

Kementerian Desa melalui Tim Sapa Desa terus menjalin komunikasi setiap hari dengan seluruh kepala desa terkait penanganan Covid-19 di tingkatan desa. “Kementerian Desa mendukung sepenuhnya upaya dan keputusan bersama. Mulai hari ini kita akan melakukan sosialiasi kepada seluruh desa,” ujarnya.

Baca:  Komisi lll DPR, Apresiasi Kinerja KPK

Ada 3 agenda aksi yang dilakukan Kementerian Desa. Pertama, saat ini sudah ada lebih dari 56 ribu desa mendirikan posko yang harus dijaga dan dipertahankan posko, sebagai bagian dari kerja relawan desa lawan atau tangguh Covid-19.

Kedua, mengeluarkan surat edaran meminta semua warga desa secara ketat menerapkan protokol kesehatan di dalam tatanan kehidupan baru di desa. Untuk Termasuk pelaksanaan proyek pembangunan di desa agar mengedepankan protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketiga, meminta seluruh warga desa merawat dan memelihara ruang-ruang isolasi yang telah dibangun pada tahun 2020. Hal ini ditujukan untuk persiapan apabila ada kondisi kedaruratan di desa. Dan diharapkan dalam penanganan Covid-19 dilaksanakan dengan asas gotong royong.

Baca:  Presiden Jokowi Ambil Sumpah Syarifuddin sebagai Ketua MA

“Kita bahu membahu, berkoordinasi dengan baik, gotong royong, kita tanggap terhadap Covid-19. Kita berharap seluruh warga desa mendukung apa yang dilakukan pemerintah dan termasuk Pemerintah desa, agar kita bisa mengaktifkan kembali, menjaga kembali dan mempertahankan posko-posko di desa melalui relawan yang sudah terbentuk selama ini,” tambahnya.