BOLA, KANALINDONESIA.COM: Kesuksesan Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengakuisisi Newcastle United memecahkan rekor baru. Ia kini didapuk sebagai pemilik klub sepak bola terkaya di dunia.

Pangeran Salman membeli Newcastle lewat perusahaan konsorsiumnya, Public Investment Fund (PIF). Dana sebesar 300 juta poundsterling dibayarkan kepada Mike Ashley untuk memperoleh 80 persen saham Newcastle.

Proses akuisisi ini terbilang singkat. Meskipun PIF sudah coba melakukannya sejak tahun lalu.

PIF memang sudah ingin mengakuisisi Newcastle sejak Juli 2020 silam. Namun saat itu rencana tersebut ditentang banyak pihak karena latar belakang Pangeran Salman yang terjerat kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Namun polemik itu tampak sudah berakhir. Terbukti, jalan Pangeran Salman untuk mengakuisisi Newcastle berjalan mulus.

Selain itu, Pangeran Salman selaku pemilik baru Newcastle United bersiap melakukan sejumlah gebrakan. Salah satunya yaitu menunjuk Antonio Conte sebagai manajer.

PIF yang dipimpin Mohammed bin Salman memang telah resmi memiliki 80 persen saham Newcastle. Pangeran Arab Saudi tersebut menebusnya dengan harga 300 juta poundsterling dari Mike Ashley.

Pangeran Salman tentu punya tujuan tersendiri menjadi pemilik Newcastle. Salah satunya adalah menjadikan The Magpies sebagai klub yang disegani di Eropa dan dunia.

Sebagai gambaran, pemilik klub sepak bola terkaya di dunia sebelumnya adalah Sheikh Mansour. Total kekayaannya adalah 20 miliar dollar as.

Sementara harta kekayaan Pangeran Salman mencapai 430 miliar dollar as. Sebuah perbandingan yang sangat jomplang.

Hal ini membuat Newcastle berpotensi menjadi raksasa baru Eropa.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Newcastle membutuhkan sosok manajer bertangan dingin. Nama Conte dianggap masuk dalam kriteria tersebut.

Menurut laporan La Gazzetta Dello Sport, Newcastle siap mengajukan tawaran resmi kepada Conte. Kebetulan juru taktik berusia 52 tahun itu sedang tidak terikat kontrak dengan klub lain.

Seperti yang diketahui Ia memilih hengkang dari Inter Milan pada musim panas tahun ini, disinyalir karena adanya perbedaan pandangan dengan manajemen klub.

Pria berumur 52 tahun tersebut dikenal sebagai pelatih yang menginginkan keleluasaan dalam belanja pemain di bursa transfer.

Perbedaan visi yang terjadi antara dirinya dengan Inter Milan pun diyakini berkaitan dengan kondisi finansial klub. Inter Milan membukukan angka minus di keuangannya dan harus menjual beberapa pemain pentingnya.

Conte dilaporkan tidak sepakat dengan rencana Inter Milan di bursa transfer. Dan oleh karenanya, ia memilih meninggalkan Giuseppe Meazza.

Bagi Newcastle sendiri, kehadiran Conte diharapkan bisa mengatrol posisi Newcastle yang kini berada di zona degradasi. Ini juga merupakan pancingan untuk menggaet pemain bintang.

Belum diketahui bagaimana respons Conte dengan peluang menangani Newcastle. Yang jelas ia pernah menolak tawaran Tottenham Hotspur pada musim panas lalu.

Saat itu Conte beralasan tak tertarik dengan proyek Tottenham. Secara tak langsung ia ingin menangani klub yang berstatus penantang gelar.

Newcastle tentu tidak termasuk dalam kategori itu sekarang. Namun dengan dukungan pemilik anyar, Conte bisa leluasa membentuk tim impiannya.

Dengan suimber daya uang yang nyaris tak terbatas, Newcastle dipercaya bisa menjadi kekuatan baru di Premier League. Ini sudah pernah terjadi kepada Manchester City ketika dibeli oleh Sheikh Mansour.

Dan langkah logis yang harus dilakukan The Magpies agar bisa menjadi kekuatan baru di Premier League. Salah satunya adalah dengan mempekerjakan salah satu pelatih terbaik dunia saat ini, Antonio Conte.

Akankah Conte tertarik dengan mega proyek yang dilakukan pemilik baru Newcastle?

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here