Kunjungi Museum Kabupaten Pasuruan Komisi E : Museum Pasuruan Bisa Jadi Destinasi Wisata Yang Menarik

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Komitmen Komisi E DPRD Jatim untuk memberi dukungan terhadap keberadaan Museum di Jawa Timur terus dilakukan. Kali ini komisi bidang pendidikan dan kesra ini mengunjungi Museum Kabupaten Pasuruan yang berada di kompleks Masjid Cheng Ho Pandaan Pasuruan.

Museum yang baru diresmikan tahun 2019 ini menyimpan sejumlah koleksi yang berkaitan dengan keberadaan kerajaan Singisari. Untung Surapati, dan Tokoh Agama Kya Hamid.

“Di Museum ini kami memamerkan koleksi kami berupa peninggalan bersejarah seperti peralatan sehari hari, seperti lesung, ornamen keagamaan, serta keramik keramik alat minum, kendi, serat lingga atau prasasti serta patung terakota Majapahit Memang belum banyak. Ini terus berusaha agar koleksinya bisa ditambah,” kata Eka Wara A Kadis Pariwisata Kabupaten Pasuruan, saat menceritakan keberadaan Museum Kabupaten Pasuruan kepada anggota Komisi E DPRD Jatim, Jum’at (5/2/2021).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, disela sela melihat lihat koleksi museum saat kunjungan Komisi E ke Museum Pasuruan ini mengaku kaget, bahwa ternyata di Pasuruan ada Museum, sebab sama sekali tidak ada petunjuk yang jelas tentang keberadaan museum tersebut semisal papan nama yang jelas.

Baca:  Bangunan Bermasalah, Komisi C Rencanakan Panggil Pihak Berwenang di RSUD Ploso

Politisi PKS ini menyarankan agar pihak museum memberikan “tetenger” berupa papan nama yang mencolok atau dengan lampu yang menarik dimalam hari.

“Sehingga orang tahu ada museum disini. Dengan lokasi yang strategis di pinggir jalan utama Pandaan Surabaya sangat disayangkan jika tidak diketahui orang. Apalagi ini kan satu lokasi dengan Masjid CHeng Ho dan pasar wisata yang cukup terkenal,” ungkap Artono.

“Saya baru tahu kalau disini ada museum, padahal saya sering lewat atau mendatangi lokasi sekedar untuk ke Masjid Chang Ho atau melihat lihat buah di pasar wisata ini,” lanjutnya

Dengan dikenalnya Museum Pasuruan ini oleh masyarakat luas maka akan menjadi alternatif untuk destinasi wisata sekaligus pendidikan untuk anak anak muda seperti di luar negri. Bagi Komisi E kata politisi asli Lumajang ini, sangat berharap ini bisa menjadi pusat penelitian sejarah yang lengkap. “Saat ini harus diakui Penelitian para akademisi di Indonesia tidak menyeluruh dan mendalam. Tidak seperti akademisi luar negri kalau sudah meneliti sejarah mereka memahami sampai detil. Kami Komisi E ingin mendorong agar masyarakat makin berminat mendatangi museum,” harapnya.

Baca:  Dua Tahun Khofifah-Emil Ekonomi dan Ketahanan Pangan Jatim Dinilai Berhasil

Senada anggota Komisi E lainnya Hari Puri Lestari menilai museum ini sangat berpotensi untuk dikebangkan sebagai salah satu paket destinasi wisata Pasuruan. Namun butuh inovasi yang mampu menarik minat masyarakat datang ke museum yang letaknya sangat dekat dengan terminal Pandaan ini. “Dari fasilitas maupun konten benda benda ini harus diakui perlu diperbanyak koleksinya. Serat melakukam kegiatan dengan mengandeng sekolah untuk siswanya datang kesini, Agar jangan sampai lupa dengan sejarah,” kata politisi PDIP ini.

Berikutnya menjadikan museum ini sebagai bagian paket wisata wajib bagi wisatawan yang datang ke Pasuruan, “Ini kan dekat dengan trestes atau wisata alam di Pasuruan. Mungkin bisa jadi paket wajib dikunjungi wisatawan. Kayak diluar negeri, perpustakaan dan museum mendapat minat yang sangat baik, tidak seperti disini. Maka museum ini perlu bekerjasama dengan hotel atau travel wisata. Yang jika masa pandemi selesai bisa jadi strategi yang menjanjikan,” ungkap wanita yang akrab disapa HPL ini.

Baca:  Anggota Polres Ponorogo Meninggal Saat Grebeg Judi Sabung Ayam

Maka dimasa pandemi ini Promosi wisata bisa memanfaatkan promo
melalui instagram, facebook atau grup grup sosmed lainnya. ‘Bikin minivideo yang bagus yang bisa dishare lewat IT dan sosmed yang ada,” tandasnya.

Kedua politisi ini sepakat kedatangan komisinya untuk melihat detil dilapangan agar tahu apa yang perlu disupport untuk kemajuan museum, “Kita datang untuk melihat detil program dilapangan apakah sesuai dengan pengajuan di APBD yang harus diakui kita tidak dapat penjelasan dengan detil. kalau memang ada yang perlu kita bantu untuk meningkatkan peluang, ya kita bantu. Anggaran tidak harus besar tapi kemauan dan kreatifitas penyampiaan yang paling penting,” pungkas keduanya. Nang

.