Belajar Ikhlas dari Jami’in. Seorang Pria yang Rawat Ratusan ODGJ di Jombang.

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Ikhlas dapat di teladani dari berbagai aktifitas orang lain, salah satunya adalah Jami’in (59) seorang pria yang menampung dan merawat ratusan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Jami’in merupakan ketua yayasan, sekaligus pendiri. Ia merawat para ODGJ di Yayasan Griya Cinta Kasih (GCK) yang didirikannya di Dusun Sumberboto, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selama ini, Jami’in merawat 180 ODGJ dari berbagai daerah. Diantaranya 30 perempuan dan 150 laki-laki. Pasien-pasien tersebut berasal dari Dinsos (Dinas Sosial), yang setiap hari masuk sekitar lima orang perharinya. Dirinya juga dibantu sekitar 20 relawan.

Guna merawat kebutuhan ODGJ Jami’ini biasanya menggunakan uang kas pribadinya maupun donasi dari luar. Tujuannya, digunakan untuk membeli bahan makanan dan alat kebersihan.

Baca:  Kedapatan Bawa Sabu, Warga Surabaya Diamankan Polsek Kedamean Gresik

“ODGJ ini berasal berbagai daerah dan di tampung di tempat ini, ada 12 ruangan yang digunakan untuk menampung, serta ada kamar mandi untuk pria dan wanita dan dapur umum,” ucapnya pada Jum’at (5/2/2021).

Selama merawat para ODGJ, banyak suka duka yang dilaluinya. Seperti sulitnya mengontrol para ODGJ. Beruntung ia dibantu beberapa relawan untuk membantu tugasnya.

“Kami merawat ODGJ ini ikhlas lahir batin, para relawan pun, mereka membantu se ikhlasnya. Ini juga dilakukan untuk membantu para keluarga ODGJ agar meringankan beban mereka,” katanya.

Selain merawat, ia juga memberikan wadah pekerjaan bagi para ODGJ yang sudah sembuh, supaya cepat beradaptasi ke masyarakat dan mengembalikan ingatan mereka. Ada yang menjadi buruh tani dan tukang potong kayu dan bekerja di dalam yayasannya.

Baca:  Malam Minggu, Kapolda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Stadion 10 November Surabaya

“Ada beberapa yang sudah sembuh, mereka tetap disini dan ada yang bekerja sebagai petani, kalau sore begini bia sanya mereka sudah pulang,” ungkapnya.

Yayasan yang berdiri sejak tahun 2005 itu mendapatkan lisensi dari pemerintah tahun 2008. Memilimi 12 ruangan yang terbagi di bagian barat dan timur. Setiap ruangan terpisah dengan tembok dan jeruji. Khusus untuk ODGJ yang belum sembuh total, diletakkan di bagian paling belakang.

Sedangkan ODGJ yang berangsur pulih diletakkan di bagian depan, sesuai dengan persentase kesembuhannya. Satu kamar berisi 7 sampai 10 ODGJ, ada juga yang lebih.

“Aktifitas yang diberikan disini, kita berikan mereka kegiatan yang membaur dengan alam, keagamaan, dan terus kita ajak untuk ngobrol biar terjadi interaksi. Keluarga para ODGJ ini pun jarang sambang, paling hanya beberapa bulan sekali, ada yang satu bulan sekali tidak menentu,” jelasnya.

Baca:  Longsor di Magetan Terjang Rumah Milik Janda

Terakhir, ia berpesan baiknya sesama manusia memang harus saling membantu, terlebih bagi mereka yang mengalami kekurangan.(GIT)