Empat Pria diamankan Unit Resnarkoba Polres Jombang Dalam 12 Jam, Ratusan Pil Koplo Jadi Barang Bukti

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Kurun waktu 12 jam, Unit Resnarkoba Polres Jombang ringkus empat pria yang terjerat kasus Narkotika Golongan 1 dan peredaran Obat Keras dan Berbahaya (Okerbaya). Amankan total 4,56 gram sabu dan 424 butir pil doble L

Empat tersangka ini diamankan di tiga lokasi berbeda dalam kurun waktu 12 jam. Para tersangka ini merupakan TO dan hasil pengembangan kasus sebelumnya.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch. Mukid menjelaskan, empat tersangka yang diringkus berasal dari beberapa kecamatan dan diamankan di tempat berbeda.

Para tersangka diantaranya Muh. Alfian (22) Bin Mashari, tukang las, asal Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang dan Abdul Aziz (32) bin Kuntari seorang buruh tani asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Keduanya diringkus pada Selasa (2/2) sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Sengon, Kecamatan Jombang.

“Tersangka merupakan TO dan pengembangan jaringan terkait pelaku lain sebelumnya, kemudian berhasil dilakukan penangkapan berikut barang buktinya. Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Satresnarkoba Polres Jombang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Mukid dalam keterangan tertulisnya pada Jum’at (5/2/2021).

Baca:  Bus Tabrak Truk Pekerja Jalan, Satu Tewas

Tersangka ketiga diringkus pada Rabu (3/2) sekitar pukul 01.30 WIB dirumahnya di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang yaitu Sunarto (35) alias Sohot pekerjaan sebagai kernet truk, asal Desa Keras.

Kemudian tersangka keempat lanjutnya, Miftah Huda (40) alias Cak Mip pekerjaan penjual daun pisang asal Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Dirinya diamankan dihari yang sama, Rabu (3/2) sekitar pukul 09.00 WIB juga dirumahnya yang berada di Desa Ngumpul.

“Tersangka juga merupakan pengembangan jaringan terkait pelaku lain sebelumnya,” jelasnya.

Beberapa barang bukti juga diamankan dari keempat tersangka, diantaranya dari tangan Alfian dan Aziz ditemukan satu plastik klip berisi 6 butir pil jenis dobel L, satu buah botol plastik warna butih yang didalamnya terdapat satu plastik berisi 365 butir pil jenis dobel L, satu plastik klip berisi 53 butir pil jenis dobel L.

“Lalu ada satu plastik klip berisi beberapa pecahan pil jenis dobel L, satu plastik klip berisi satu buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,12 gram, satu buah kotak dos kertas warna putih didalamnya terdapat 1 satu pak plastik klip kosong.

Baca:  Cak Imin Nyawapres, Nunggu Takdir Tuhan

Satu buah korek api warna kuning, uang tunai sebesar Rp. 186 ribu, satu buah HP merk Redmi warna hitam berikut sim cardnya milik Alfian, satu buah HP merk samsung warna putih berikut simcardnya milik Aziz,” bebernya.

Mukid melanjutkan dari tersangka Sunarto diamankan barang bukti berupa satu buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,16 gram, satu buah botol bekas yang sudah terakit dengan sedotan plastik sebagai alat hisap sabu (bong), satu buah timbangan digital warna hitam.

“Satu potongan sedotan plastik sebagai scrop, satu buah korek api warna biru, satu plastik klip kosong bekas wadah sabu, satu buah HP merk Nokia warna biru berikut sim cardnya, satu buah HP merk samsung warna hitam berikut sim cardnya,” terangnya.

Baca:  Kecelakaan Laut di Kepulauan Aru, Belasan Warga Ngoro Jombang Jadi Korban

Kemudian dari tangan Huda diamankan satu buah kaleng bekas rokok surya didalamnya berisi, satu buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 2,28 gram, satu plastik klip kosong bekas wadah sabu.

“Satu potongan sedotan plastik sebagai scrop, satu buah tutup botol bekas minuman yang sudah terakit dengan sedotan sebagai alat hisap sabu, satu buah korek api warna biru, satu buah HP Nokia warna hitam berikut sim cardnya,” pungkas Mukid.

Para tersangka ini terjerat pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kefarmasian atau kesehatan, dimana setiap orang dengan sengaja tanpa hak melawan hukum menyimpan, memiliki, menguasai dan atau sebagai penyalahgunaan.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar jenis pil doble L.(GIT)