Vaksinasi Nakes Masih Ribet, Benyamin Minta Distribusi Vaksin Berbasis Kecamatan

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Komisi E DPRD Jatim masih melihat belum sempurnanya pelaksanaan vaksinasi covid 19 tahap pertama untuk tenaga medis atau tenaga kesehatan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr Benyamin Kristianto MARS, mendapatkan laporan ribet dan masih banyak nya nakes yang harus vaksin di tempat jauh dari tempat dia bekerja. Sehingga mengganggu aktivitas mereka di tempat kerja.

Politisi Gerinda ini menjelaskan dari informasi yang didapatnya banyak tenaga kesehatan kesulitan mengakses vaksinasi, kerena tidak berbasis kecamatan atau tempat layanan kesehatan yang terdekat.

“Jadi perawatnya harus divaksin di tempat jauh. Itu tidak tepat, dan tidak efisien. Jadi kerja dimana ya divaksin disitu biar tidak menganggu aktivitasnya,” kata Benyamin, Jum’at (5/2/2021).

Baca:  Hadiri Harlah NU di Kantor PKB Kyai Sepuh Doakan PKB Menang lagi di Jatim dan Gus Ami The Next Presiden

Benyamin menegaskan, vaksinasi tidak harus ke klinik atau rumah sakit lain. Padahal data bisa dilakukan di klinik atau rumah sakitnya masing-masing sehingga tenaga kesehatan mengaksesnya mudah.

“Contoh orang X dekat pukesmas X, maka bisa mengakses di situ agar dientri di situ saja. Tidak perlu dibagi,” paparnya.

Persoalan lain adalah vaksin didrop di salah satu rumah sakit di Sidoarjo. Rumah sakit tersebut mendapatkan jatah banyak dari Kementerian Kesehatan kemudian didistribusikan ke Dinkes Sidoarjo, selanjutnya ke salah satu rumah sakit.

“Langsung di drop banyak. Padahal tidak semua tenaga kesehatan divaksin disitu semua. Seharusnya vaksin (jatah) hanya ditujuhkan tenaga kesehatan rumah sakit tersebut saja,” paparnya.

Baca:  Digoyang Isu Kudeta, Bunda Antie : Kami Sedang Solid Dipuncak Performa

Benyamin khawatir vaksinasi masyarakat akan diberlakukan sama seperti tahap pertama. Dimana vaksinasi tidak berbasis kecamatan.

Menurutnya, vaksin tidak perlu didrop ke satu rumah sakit semua. Khawatirnya rumah sakit tersebut overload dan tidak ada sosial distancing. Untuk itu, harus ada terobosan tertentu yang dapat mempermudah bagi siapapun yang mendapatkan vaksin.

“Maka ini harus diantisipasi karena gratis. Maka lebih baik didistribusikan ke semua klinik atau Pukesmas,” kata Benjamin

Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur meminta distribusi vaksin agar berbasis kecamatan dengan melibatkan semua unsur fasilitas kesehatan (Faskes). Dengan begitu, seseorang yang akan divaksin mudah mengaksesnya.

Meski masih ada banyak masalah yang perlu diperbaiki Benyamin mengapresiasi vaksinasi tahap pertama juga memprioritaskan tenaga kesehatan diberi prioritas karena garda terdepan dalam menangani covid-19

Baca:  Dana Hibah 9 Milliar untuk Museum SBY-Ani Ternyata Masih Belum Cair

Khusus terkait keraguan dan ketakutan pada vaksin Benyamin menegaskan vaksin itu aman, yang penting kondisinya Sehat.
“Hanya ada persyaratan tidak boleh darah tinggi, dan diabetes. Tapi dari persatuan penyakit dalam yang penting tensi terkontrol, gula (diabetes) terkontrol tidak ada masalah. Jadi tidak perlu ditakutkan,” tandasnya. Nang