Sidang Putusan Mbah Beny, Vonis 5 Bulan, Masa Percobaan 10 Bulan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan atas kasus pelanggaran kampanye Pemilukada dengan terdakwa Beny Sulistyanto, Jumat (05/02/2021)

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Beny Sulistyanto dengan hukuman penjara 8 bulan dan denda maksimal Rp6 juta, namun tuntutan ini tidak dikabulkan oleh majelis hakim. Benny divonis 5 bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan dan denda sebesar Rp5 juta, sehingga Benny Sulistyanto tidak menjalani kurungan penjara.

Siswanto, penasehat hukum (PH) Benny mengatakan bahwa putusan ini sesuai harapan mereka. Walaupun tidak setuju pada satu poin, tetapi pihak PH akan menghormati keputusan majelis hakim.

“Putusan ini sesuai harapan dan sesuai analisa dari tim kami. Kami tidak setuju pada satu poin dalam amar tadi, namun kami menghormati keputusan majelis hakim,” ucap Siswanto kepada kanalindonesia.com.

Baca:  Politisi PPP Sarankan Emil Dardak Tidak Maju Ketua Demokrat

Siswanto masih menunggu langkah selanjutnya dari JPU, apakah mereka akan melakukan banding atau tidak, waktu banding untuk perkara Pemilu terbatas hanya 3 hari.

Lebih lanjut dikatakan Siswanto,  karakter Benny sebagai seseorang yang apa adanya sudah terbentuk sejak lama. Panggung politik memang beresiko dan Benny selalu siap menghadapi konsekuensinya.

“Masyarakat Ponorogo pasti sudah paham dengan karakter Mbah Benny yang blak – blakan dan apa adanya. Karakter idealis dan komitmennya sudah terbentuk sejak lama, itu bukan dibuat – buat. Karena itulah ketika beliau ditanya JPU apakah bersalah atau tidak. Mbah Benny menjawab dengan tegas bahwa beliau tidak bersalah,” ungkap Siswanto.

Benny dituntut karena dianggap melakukan ujaran kebencian pada salah satu paslon dalam Pilkada Ponorogo 2020.

Baca:  Kejari Ponorogo Menerima Surat Relaas Putusan Kasasi Mantan Wabup Yuni Widyaningsih

“Ini terjadi ketika kontestasi Pilkada. Tidak bisa dinafikan bahwa perkara ini memang mempunyai muatan politis,”¬† pungkas Siswanto.